Senin, 16 Juli 2012

Ahmad Rayadi Resmi Menjadi Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi


Sukabumi-  Achmad Rayadi akhirnya resmi terpilih menjadi ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kota Sukabumi periode 2012-2015 setelah meraih 7 suara dari 12 suara yang diperbutkan.
Sedangkan calon ketua lainnya yaitu Issamsi hanya memperoleh 5 suara.Terpilihnya Achmad Rayadi dalam kegiatan konferensi wilayah PWI Kota Sukabumi yang digelar di Ruang Pertemuan Balaikota Sukabumi, Minggu (15/7).
Ketua Panitia Konferensi perwakilan PWI Kota Sukabumi Roni M Samosir menjelaskan, Proses pemilihan Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi periode 2012-2015 berjalan aman dan  lancar, untuk calon hanya dua orang yaitu Issamsi dan A. Rayadi.
Ketua terpilih langsung melakukan rapat formatur anggota yakni, untuk jabatan Wakil ketua di duduki oleh Issamsi, Sekretaris Anggun Gumilar,wakil Sekretaris Roni M Samosir dan Bendahara A. Salimi dilengkapi oleh sejumnlah seksi dan anggota.   
Sementara itu Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi terpilih A. Rayadi mengatakan, dirinya bersama dengan rekan pengurus lainnya berupaya untuk meningkatkan kualitas organisasi dan wartawan di Kota Sukabumi menjadi lebih baik lagi kedepan. “Kami akan meningkatkan kualitas SDM rekan-rekan wartawan,” ujarnya.
Selain itu sarana dan prasaran di PWI juga menjadi bahan prioritas. “ banyak yang perlu dibenahi di secretariat PWI perwakilan Kota Sukabumi.” Singkatnya.
Konferensi Wilayah PWI Perwakilan Kota Sukabumi tersebut, dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Sukabumi H. M.N. Dr. Hanafie Zein dan dihadiri Sekjen PWI Jawa Barat Uyun Achadiyat, pengurus PWI Jawa Barat dan PWI mPerwakilan Kota Sukabumi.
Rencananya pelantikan Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi 2012-2015 akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.(Arya)

Walikota Sukabumi Bagikan Uang Kadedeuh untuk Abang Beca


Sukabumi – Meneelang ramadhan sebanyak 360 abang becak di kota Sukabumi mendapatkan uang kadeudeuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi. Pembagian uang tersebut langsung diserahkan oleh Walikota Sukabumi H.Mokh.Muslikh Abdussyukur kepada 7 orang perwakilan tukang becak di Mesjid Al-Ikhlas Pemkot Sukabumi Minggu (15/7).  
Pemeberian uang kadeudeuh untuk abang becak merupakan agenda rutin setiap tahunnya dan masing-masing mendapatkan sebesar Rp.100 ribu dengan total anggaran untuk keseluruhan Rp.63 juta rupiah.
Kasubag Kesos Bidang Kesra pemkot Sukabumi, AM. Hafidz, menjelaskan, bantuan bagi abang becak tersebut bukan hanya mereka yang berdomisili di Kota Sukabumi, melainkan yang tinggal di Kabupaten Sukabumi namun beroperasi di kota dan tergabung dalam Persatuan penarik Becak Sukabumi (Perpabsi) juga mendapatkan uang kadeudeuh.
 “Pemberian uang kadeudeuh bagi abang becak nantinya juga akan dilakukan menjelang lebaran. Untuk abang becak yang tinggal di Kota Sukabumi sudah kita distribusikan di masing-masing kelurahan, sedangkan untuk bagi mereka yang tinggal di luar kota tinggal mengambilnya langsung di pengurus Perpabsi,” ujarnya.
Selain abang becak yang akan mendapatkan uang kadeudeuh, menjelang lebaran Pemkot Sukabumi juga akan memberikan bagi 150 orang kusir delman dan 3.763 lansia jompo yang terlantar, “ masing-masing akan mendapatkan Rp. 75 ribu.” .Jelasnya.(Arya)

menejelang Ramdhan Dan Idulfitri Persediaan Gas Elpigi Aman

Sukabumi- Kepala Dinas Koperasi dan Perindutrian dan Perdagangan Dudi Fathul jawad mengatakan, menjelang bulan ramdahan, persedian gas elpiji di Kota Sukabumi masih tergolong cukup dan aman, seperti tahun- tahun sebelumnya di kota Sukabumi tidak akan terjadii kelangkaan gas elpigi khusunya ukuran 3 kg. “ Pasti akan ada penambahan menjelang ramadhan dan hari raya  idulfri, untuk stock gas elpiji.” Singkatnya  kepada Neraca Jumat kemarin.
Sementara itu di tempat yang berbeda Direktur Utama  PT. kujang MAs Putra Selaku salah satu distributor gas elpiji di Sukabumi Andri hamami menuturkan,. Bahwa persediaan stock untuk Sukabumi aman, bahakn setiap tahunnya atau saat menejlang menjelang ramadhan dan idul fitri, “ Masyarakat tidak udah resah persediaan gas aelpigi ukuran 3 kg dan 12 kg relatife aman serta tidak akan terjadi kelangkaan atau kekurangan.” Ujarnya saat ditemui usai melepas kegiatan touring Sabtu,(14/7) dilapang merdeka kemarin.
Setiap harinya lanjut Andri, pasokan gas elpigi di Sukabumi mencapai 180 ribu perhari, dan untuk menjelang ramdhan dan idul fitri tentunya akan ada tambahan. Untuk itu dirinya berharap menjelang ramdhan ini, pemerintah bisa menekan harga gas agar tidak terjadi kenaikan. “ Saya berharap harga Gas elpigi bisa turun dari harga normal Rp.13.500 rupiah. Walaupun turun antara Rp.1000-Rp.500 sangat berarti bagi masayarakat.” Uajrnya. (Arya)

Kamis, 12 Juli 2012

Menjelang Puasa Harga Daging Ayam dan Telor Naik

Sukabumi- menjelang bulan Ramadhan yang tinggal beberapa minggu lagi, beberapa harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan di Pasar . Dari hasil pantauan NERACA di Pasar Pelita Kota Sukabumi Kamis,( 12/7) kemarin, harga Telur yang semula Rp.16.000/kg menjadi Rp.20.000/kg, begitu juga dengan daging Ayam yang mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan dari Rp.16.000/kg menjadi Rp.30.000/kg.
Menurut salah seorang penjual ayam di pasar Pelita Utang (40) menjelaskan, naiknya harga daging ayam tersebut sudah dirasakan sejak dua bulan lalu, dan saat ini merupakan yang paling tinggi. Dampak dari naiknya harga tersebut juga bukan hanya dikeluhkan oleh para pembeli atau pelanggan saja, melainkan pedagang juga kena imbasnya terhadap turunya penjualan daging ayam, “ Bila harga Normal saya bisa menjual setiap harinya kurang lebih 2 kwintal, setelah mengalami kenaikan hanya mampu menjual 1 kwintal saja, bahkan bisa kurang dari 1 kwintal” Ujarnya.
Dirinya juga berharap, dengan adanya kenaikan harga pihak pemerintah melalui dinas terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi kenaikan harga daging ayam tersebut.misalnya dengan memantau langsung ke Pasar atau melakukan operasi pasar (OP) serta mengeluarkan penetapan harga, “ Saya juga heran adanya harga kenaikan, sementara untuk stok daging ayam tidak ada masalah, apa mungkin dari peternaknya.” Imbuhnya.
Sementara itu salah seorang Ibu rumah tangga Dian (29) yang setiap minggunya sering membeli daging ayam untuk dikonsumsi keluarganya juga mengeluh, karena adanya kenaikan harga tersebut terpaksa tidak membeli daging ayam sehingga terpaksa membeli yang lain ,“ Satu minggu sekali keluarga saya mengkonsumsi daging ayam, namun setelah harganya naik, akhirnya saya tidak jadi membeli, dan terpaksa saya ganti dengan ikan Mas yang masih terjangkau dengan uang belanja saya, dan kenaikan tersebut membuat saya kaget.” Tuturnya.
Sedangkan untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti daging sapi masih dibilang relative normal Rp.70.000/kg, tapi tidak menutup kemungkinan H-3 menjelang bulan puasa akan terjadi kenaikan sekitar antara Rp.75.000-Rp.80.000/kg. Hal itu dikarenakn stock daging spi local saat ini sudah mulai kosong.
Khusus untuk komoditi lainnya mengalami penurunan harga seperti cabe keriting dari Rp. 20.000/kg menjadi Rp. 17.000/kg. Bawang merah dari Rp. 12.000/kg menjadi Rp. 10.000/kg, Gula Pasir semula Rp.13.000/kg menjadi Rp.12.500/kg.  Namun untuk harga minyak goreng (migor) Curah mengalami kenaikan Rp.500 rupiah dari semula RP.10.000/kg menjadi Rp. 10.500/kg. ( Arya)

Rabu, 11 Juli 2012

Kota Sukabumi Masuk Lima Besar Dalam Ekonomi Kreatif Tingkat Nasional

Sukabumi- Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masuk ke nominasi lima besar Kota/Kabupaten di Jawa Barat (Jabar)dalam kategori pengembangan ekonomi kratif. Masuknya Kota Sukabumi tersebut dinilai oleh Pemerintah Provinsi Jabar telah melakukan upaya dalam mewujudkan pengembangan budaya kratif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertujuan untuk kesejahteraan masayarakat di daerah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Ekonomi Kurnia Ramdhani pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Sukabumi Kepada NERACA diruang kerjanya Rabu,( 11/07) kemarin.
“ Awalnya 15 kota/kabupaten , setelah dievaluasi oleh komite ekonomi jabar, muncul 5 daerah yang layak di ajukan ke tingkat nasional salah satunya Pemkot Sukabumi. Adanya nominasi ini juga merupakan inisiatif dari kementrian  bidang kesejahteraan rakyat . Dan hari Kamis besok (hari ini) kita akan berangkat ke pihak kementrian bidang kesejahteraan Rakyat untuk dilakukan qusioner. ” Ujarnya.
Dikatakan Dia, di Kota Sukabumi terdapat 15 sektor pelaku ekonomi kreatif dengan jumlah pelaku sekitar 13.400 orang, diantaranya sector fashion,film,musik, kerajinan,teknologi informasi, pasar barang seni, desain, musik dan periklanan. “ Tapi yang paling banyak di domisili yakni disektor kerajinan” Ujarnya.
Ketika disinggung apa faktor utama sehingga Pemkot Sukabumi masuk ke lima besar nominasi tersebut, Kurnia menuturkan, bahwa kepedulian pemkot sukabumi untuk memajukan palaku ekonomi kreatif bisa dilihat dari segi masalah memberikan perijinan. “ ambil contoh, ketika akan da digelar konser atau pertunjukan music di  sukabumi pasti mudah, terus keberhasilan yang lainnya juga ketika pemutaran film, meskipun film tersebut local,namun pemkot memberikan kemudahan untuk menggunakan milik gedung pemerintah.” Tuturnya.
Dikatakannya, banyaknya pelaku ekonomi kreatif selain bias membantu penyerapan tenaga, juga berdampak naiknya Laju Pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi sebanyka 20 persen. “ LPE kita dari 6,12 % menjadi 6,32 %.” . Singkatnya. (Arya)
       

Selasa, 10 Juli 2012

DPRD Kota Sukabumi Soroti Kasus DBD

Sukabumi- Tingginya kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Sukabumi mendapatkan sorotan dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Faisal Bagindo. Menurutnya, pihak Dinas Kesehatan kurang mensosialisasikan kepada masyarakat, padahal sosialisasi merupakan hal yang sangat penting. “ Sosialisasi bisa disebut juga sebagai pemeberitahuan atau pencegahan. Jadi Dinkes harus terus mensosialisasikan dari tingkat Puskesmas sampai ke tingkat RT.” Ujar Faisal kepada NERACA di Gedung DPRD Kota Sukabumi Selasa,(10/7) kemarin.
Sepengetahuannya, untuk tahun ini kasusu DBD yang menimpa warga Kota Sukabumi mengalami peningkatan di tahun sebelumnya. Untuk tahun 2012 ini 615 kasus DBD dan 4 orang meninggal dan itu selam 6 bulan. Sementara di tahun 2011 selam satu tahun sekitar diangka 500 kasusu DBD. “ Adanya kenaikan kasus DBD tersebut bias dikatakan pihak Dinkes kurang pro aktif dalam masalah sosialisasi terhadap masyarakat.” Katanya.
Faisal juga menyayangkan, pihak Dinas kurang proaktif mengkomunikasikan masalah kasus DBD tersebut kepada pihak DPRD, apalagi ini berhubungan erat dengan tugas dan fungsi Dewan sebagai pengawasan ataupun masalah anggaran. “ Karena selam ini pihak dinas kalau dengan dewan hanya membahas seputar Jampersal dan Jamkesda, sementara masalah seperti penyakit menular atau yang dibilang Kejadian Luar Biasa (KLB) Dewan tidak pernah dikasih tahu.” Ujar Faisal berharap dengan tingginya kasus DBD di Kota Sukabumi pihak Dinas Kesehatn secepatnya mengambil langkah agar tidak ada lagi masyarakat yang terkena DBD.” Mudah-mudahan pihak Dinkes segera melakukan tanggap terhadap kasus DBD, sehingga tidak bertambah lagi DBD yang menyerang masyarakat.” Katanya. (arya)    



















      


Minggu, 08 Juli 2012

PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi Kembali Memberikan Santunan


Sukabumi- PT .Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal akibat kecelakaan lalulintas. Penyerahan santunan dilakukan  di dua lokasi berbeda selama dua hari berturut-turut dengan mengunjungi kerumah keluarga korban.
Penanggung jawab pelayanan PT Jasa Raharja perwakilan Sukabumi Toif Riyanto ditemui NERACA di ruang kerjanya Jumat, (06/07) mengungkapkan, penyerahan santunan dengan cara mengunjungi rumah ahli waris merupakan bentuk pelayanan yang diberikan perusahaan. Sebab, tidak semua ahli waris mampu mengambil langsung santunan ke kantor PT. Jasa Raharja yang berada di Kota Sukabumi. “ Kadang ada ahli waris yang sakit atau sudah usia lanjut dan itu menjadi kewajiban kami untuk memberikan langsung santunan ke rumah ahli waris,”ujar Toif
Mengenai santunan yang diberikan berturut-turut selama dua hari, lanjut Toif, merupakan pembayaran santunan diberikan kepada ahli waris korban kecelakaan lalulintas  yang pertama di Jalan Raya Cibolang, Kampung Cibolang, kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang terjadi, (01/07) lalu. Kemudian, Kamis (05/07) lalu, PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban  kecelakaan lalulintas yang terjadi di Jalan Raya Cigombong, Kecamata Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
“ Santunan kami berikan langsung kepada ahli waris korban meninggal kecelakaan. Masing-masing mendapatkan santunan sebesar Rp.25 juta. Dalam pemberian santunan ini kami juga melibatkan Kasat Lantas, Polres Sukabumi, AKP K.Samuji didampingi Kanit Laka, Ipda Aditya Pratama.” Tutur Toif..
Toif menambahkan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada jajaran Polres Sukabumi atas kesigapan dalam pembuatan laporan kecelakaan. Sebab, tanpa laporan  dari kepolisian, maka santunan tidak akan bisa diberikan. “Cepatnya laporan dari Satlantas, membuat cepatnya proses penyerahan santunan, dan ahli waris   bisa segera menggunakan uang santunan untuk kebutuhannya,”Ujar dia.
Sementara itu berdasarkan data mulai dari bulan Januari sampai dengan Juni 2012 PT.Jasa Raharja sudah membayarkan klaim sebesar Rp. 7.215,493,760,- yang terdiri dari meninggal dunia Rp.5.600,000,000,- , luka-luka Rp.1.515,993,760,- , cacat tetap Rp. 1.500,000,- dan penguburan Sebesar Rp.8.000,000,- . (Arya)