Selasa, 28 Agustus 2012

Pasca Lebaran Harga Sembako Normal


Sukabumi- Pasca Idul Fitri 1433 Hijriyah harga sembako di pasaran kembali normal bahkan sebagian sembako ada yang mengalami penurunan harga dari harga normal. Pantauan NERACA di pasar tradisional Pelita Sukabumi dimana harga menjelang lebaran harga-harga sembako yang melambung kini kembali normal.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi perindustrian dan perdaganagan (Diskoperindag) Kota Sukabumi Wawan Dharmawan ditemui diruang kerjanya Selasa, (28/8) kepada Koran ini menuturkan, semual a menjelang lebaran harga yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan kini kembali stabil. seperti harga daging sapi semula harga Rp.80 ribu /kg, kini kembali kerharga normal menjadi Rp. 75 ribu/kg atau mengalami penurunan sebesar 6,25 persen.
Begitu juga lanjut Wawan, harga daging ayam broiler semula Rp.30 ribu kini menjadi Rp.27 ribu/kg atau mengalami penurunan sekitar 10 persen, “ terjadinya harga daging sapi dan daging ayam mengalami penurunan, karea permintaan sedikit mengalami penurunan yang mengakibatkan harga terkoreksi turun”.Ujarnya.
Dikatakannya, Begitu juga dengan harga komoditi beras jenis IR 64 kwalitas II juga mengalami penurunan harga dari sebelumnya Rp.6.900 menjadi Rp.6.800 atau mengalami penurunan sebesar 1,45 persen. “ turunya harga komoditi ini karena pasokan dari daerah lain mengalami peningkatan karena memasuki masa panen, sehingga harga terkoreksi turun,” Ungkapnya.
Wawan menambahakan ,penurunan harga sembakao atau stabilnya harga sembako yang kembali normal, bukan hanya harga Daging, sapi,ayam dan beras saja, melainkan kebutuhan sembako lainnya. berdasarkan data hasil monitoring perkembangan harga eceran bahan pokok dan barang penting startegis lainnya di sejumlah pasar-pasar di Kota Sukabumi juga kemabali normal.
“ berdasarakan hasil monitoring kami di sejumlah pasar yang ada di Kota Sukabumi semua hartga kembali stabil,diantaranya, harga bawang merah, gula pasir,minyak curah dan tepung terigu kini kembali stabil. cuman untuk cabe merah mengalami penurunan sebesar Rp.13 ribu dari harga normal Rp.28 ribu, begitu juga dengan harga cabe rawit hijau mengalami penurunan sekitar Rp.3000 dari harga normal Rp.15 ribu rupiah.” Ungkap Wawan. (Arya)

Minggu, 26 Agustus 2012

Tahun Ini Korban Kecelakaan Di Wilayah Sukabumi dan Cianjur Menurun


Sukabumi- Jika dibandingkan dengan tahun lalu korban kecelakaan lalu lintas selama lebaran idul fitri 14 33 di wilayah Sukabumi dan Cianjur menurun. Berdasarkan data dari PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi yang membawahi Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur, jumlah penurunan korban kecelakaan lalu lintas mencapai setengahnya jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala PT Jasa Rahrja Perwakilan Sukabumi Prastio Surahmanto yang didampingi oleh Divisi Penanggung Jawab Pelayanan Klaim, Toif Riyanto usai menyerahkan santunan kepada ahli waris korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di ruang kantor tersebut ,jumat ,(24/8).Kemarin.
Dikataka Prastio, sejak H-7 hingga H+3, korban kecelakaan di wilayah PT Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi menurun sampai 50 persen. Menurunya tingkat kecelakaan pada lebaran tahun ini sebagai indikator semaikn baiknya pengaturan lalu lintas serta penyebab kecelkaan juga bisa diantisipasi.” menurunya angka kecelkaan tidak lepas dari kesigapan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan yang bekerja keras selalu menekan tingkat kecelakaan lalu lintas,”Ujarnya.
Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak tujuh korban meninggal  dan sebanyak 15 luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas. Seluruhnya terjadi dalam interval waktu tujuh hari sebelum lebaran. Sedangkan hingga H+ 3, tidak satupun ada laporan korban. Dari tujuh korban meninggal, sempat diantaranya akibat kecelakaan di wilayah Cianjur, tiga di wilayah Kabupaten Sukabumi. Santunan kepada dua korban kecelakaan di wilayah Cianjur, dilimpahkan PT Jasa Raharja Perwakilan Bandung dan Tasik. Pasalnya, kedua korban berdomisili dua daerah tersebut.“Untuk wilayah Kota Sukabumi tidak ada. Kami berharap, angka ini tidak bertambah lagi,”katanya.
Prastio menegaskan, tidak ada biaya atau potongan apapun yang dibebankan kepada ahli waris untuk pengurusan klim santunan asuransi. Sebab, seluruhnya ditanggung oleh negara.
Sementara santunan yang diserahkan  hingga lebaran H+3, sebanyak  empat  korban. Seluruhnya korban kecelakaan berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. (Arya)

Pencari tempat Minuman Bekas Kebanjiran Rejeki


Sukabumi- Bukan hanya pedagang atau penarik angkutan yang bisa merasakan kebagian rejeki lebih selama menghadapi lebaran. mendapatkan rejeki lebih juga dirasakan oleh Hedi Suhaedi (40) seorang pencari atau pemulung tempat bekas air minum berupa botol atau sejenisnya dari bahan plastik.
Dirinya menuturkan selama menghadapi lebaran penghasilan bisa 3 kali lipat dari hari-hari biasanya," Saya bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp.100 ribu lebih , namun kalau hari-hari biasa hanya mendapatkan Rp.30 ribu sampai 50 ribu saja", ungkap Hedi ketika ditemui NERACA usai mengumpulkan barang-barang bekas di terminal Sudirman Sukabumi, kemarin.
Dikatakannya, dirinya sudah menggeluti sebagai pengumpul barang bekas tersebut hampir 3 tahun lebih, selain sebagai profesi kebersihan diterminal Sudirman Sukabumi, hedi juga memanafaatkan profesinya untuk mencari uang tambahan lebih untuk kebutuhan perekonomiannya.
" Saya di terminal sebagai petugas kebersihan, saya mulai berangkat kerja jam 6 pagi sampai jam 12 malam, selain membersihakan kawasan terminal, saya memenfaatkan disisi lain saya juga mencari barang bekas minuman yang bahanya dari plastik untuk dikumpulkan kemudian di jual, say lakukan itu untuk menmabah keperluan keluarga saya,"Ujarnya.
Hedi menjelaskan, setelah terkumpul baranag yang dicari, dirinya tidak langsung membawa ke sipembeli, namun saya tunggu di terminal saja dan mereka yang datang langsung.Untuk satu kilo hedi mendapatkan lima ribu rupiah, " dihari-hari biasa saya hanya mampu mengumpulkan 10-30 kilo dengan memakan waktu satu sampai dua hari, namun berbeda saat akan menjelang lebarang bisa mendapatkan 80-85 kilo dalam waktu sehari " Ujarnya.
Dikatakan Hedi, geliat ini bisa dirasakan sampai masuk sekolah tiba atau habisnya musim liburan panjang." diprediksi sampai beresnya musim liburan atau akhir bulan Agustussekarang," Ungkapnya. (Arya)

Rabu, 15 Agustus 2012

Ketua BAZ Kota Sukabumi: Tingkat Kesadaran Akan Zakat Masih Rendah


Sukabumi- Ketua Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Sukabumi KH.Muchtar Ubaedillah mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap zakat masih rendah. Hal tersebuit bias dibuktikan dari target capaian di tahun lalu hanya mencapai Rp 1,1 Miliar. Padahal, dilihat dari wajib zakat di Kota Sukabumi bisa mencapai Rp5 Miliar.
“ Untuk itu kita, kita sudah menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat sampai ketingkat RT/RW ,bahkan ke tingkat ibu-ibu pengajian dan lainnya agar membayar zakat melalui BAZ,” Ujar Ketua BAZ kepada NERACA beberap hari yang lalu.
Dikatakannya, untuk tahun, pihaknya menargetkan bisa mencapai 30 persen dari sekitar 250 masyarakat wajib zakat atau 1,5 Miliar. Untuk tahun ini, ada kenaikan dari tahun sebelumnya dimana  para wajib zakat dibabankan Rp 20 ribu/jiwa. “  ini memang ada kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka Rp 17 ribu/jiwa.” Ungkapnya.
Sementara itu sekadar untuk diketahui lanjut Muchtar, hasil zakat yang dikelola oleh BAZ sudah disalurkan kepada para mustahik (Penerima Zakat.red). Seperti pada sektor pendidikan, pihaknya menitik beratkan kepada pemberian beasiswa dan bantuan bagi para santri duafa (kurang mampu), guru ngaji yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah ataupun Kementrian Agama, Madrasah Diniyah dan Majlis Ta’lim.” Kita juga sudah membangun rumah tidak layka huni. Yang penting pihakny sudah menyalurkan zakat kepada orang-orang yang benar membutuhkan,” Ujarnya. (Arya)

H-4 Memasuki Lebaran Terjadi Lonjakan Penumpang 20 % Di Terminal Sukabumi


Sukabumi-  H-4 memasuki lebaran jumlah pemudik di Terminal Sudirman Kota Sukabumi mulai berdatangan, namun lonjakan penumpang puncaknya akan terlihat pada H-2 . “ memasuki H-4 ke  Lebaran,  saat ini ada lonjakan 20 persen jumlah penumpang” Ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi Andri Setiawan yang didampingi oleh Kepala Terminal Sudirman Sukabumi Yusuf Cahery Kepada NERACA kemarin.
Selain itu lanjut Andri, demi memebrikan pelayanan dan rasa aman kepada pemudik, pihaknya melakukan cek kendaraan yang beroperasi di terminal sudirman ataupun yang masuk ke wilayahnya,” H-7 sampai dengan H+ 7 kita akan mengecek kondisi Angkutan jenis Bis setiap hari, agar bisa agar bisa terawasi dan memebrikan rasa aman dijalan” Katanya.
Ketika ditanya apakah ada Bis yang terjaring dalam pengecekan ini, Andri mangatakan ada 3 Bis yang harus kena tilang dan tidak untuk melakukan operasi,” Bus yang kita amanakan kebanyakan bermasalah pakai ban vulkanisir,” ungkapnya.
Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala terminal sudirman, bila kita temukan bis yang bermasalah tentunya kita kembalikan l;agi ke perusahaan untuk segera diperbaiki sehingga bisa beroperasi lagi seperti biasanya. Dan untuk jumlah Bus yang beroperasi di Terminal Sudirman seluruhnya berjumlah 350 Armada. “ menjelang lebaran ini kita menambah 35 Bus untuk antisipasi terjadi lonjakan penumpang di H-2 nanti,” Katanya.
Berkaitan dengan daftar tariff angkuta, Yusuf mengutarakan kita sudah tentukan dengancara batas atas dan batas bawah seperti contoh misalkan Ongkos Sukabumi-Kampung Rambutan ongkos biasa cumin Rp.14 ribu kini menjadi Rp.15,400 harga kenaikan tersebut sudah batas atas, “ rata-rata kenaikan ongkos sekitar Rp.3 ribu atau Rp.5 ribu, berbeda dengan Bus yang jurusan kea rah selatan atau JAwa tengah mereka rata-rata meniakan harga sekitar Rp.50 ribu,” Ungkapnya.
Sementara itu juga ditempat yang sama PT.Jasa Raharja Cabang Sukabumi bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub)Kota Sukabumi dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi membuka Pos Pelayanan Kesehatan di Terminal Bus Kota Sukabumi. Pelayanan kesehatan dibuka selama dua hari, (15-16/08). Selain pelayana kesehatan, juga dilakukan pemeriksaan urin sopir bus.   
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sukabumi,  Prastio Surahmanto didampingi Kepala Divisi Penanggung Jawab Pelayanan Klaim, Toif Riyanto mengatakan, pemeriksaan kesehatan awak bus untuk mencegah terjadinya kecelakaan. Kondisi kesehatan sopir sangat menentukan keselamatan dalam perjalanan.”Pemeriksaan kesehatan untuk memastikan sopir dalam keadaan fit,”ujarnya.
Dijelaskan, selain di Terminal Bus Kota Sukabumi, pos pelayanan kesehatan juga dibuka di Terminal Lembursitu, Kota Sukabumi dan Terminal Bus Pasir Hayam Cianjur. “Pos Pelayanan Kesehatan dibuka secara bergantian baik sebelum dan sesudah hari H,”katanya. (Arya)

Selasa, 14 Agustus 2012

Jumlah Restribusi atau Pajak Perizinan di KPMPT Mendekat Angka 100 Persen


Sukabumi- Kepala Kantor Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu (KPMPT) Kota Sukabumi Rudi Juhayat mengatakan, sampai dengan bulan juli tahun 2012 ini jumlah restribusi atau pajak perizinan yang dikelola oleh kantornya sudah mencapai hampir 100 persen.
“ Alhamdulillah selama pertengahan tahun ini  dari 3 jenis perizinan yaitu izin ganguan (HO), izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin trayek sudah diangka 84,5 persen,” ujar Rudi yang juga didampingi oleh Sekretarisnya Endang Toib, kepada NERACA Selasa, (14/8).Kemarin.
Dijelaskannya, untuk izin gangguan dari target Rp.240 juta dengan jumlah pemohon 238 sampai dengan bulan juli mencapai Rp. 219  juta demikian juga dari jenis perizinan mendirikan bangunan (IMB) target Rp. 775 juta dengan pemohon 269 sampai saat ini sudah  mencapai Rp. 679.juta, demikian pula dengan perizinan trayek dari target Rp.100 juta jumlah pemohon 533  hingga sampai bulan ini sudah mencapai Rp. 44,687 juta. “ setiap tahunnya kita selalu melebihi target ditentukan, paling tidak jauh dengan tahun kemarin over targetnya” ungkapnya.
Sementara itu kata Rudi, dari segi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditahun 2011 mencapai Rp.136,4 milliar dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.773 orang. Dan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 9,9 milliar dengan menyerap tenaga kerja mencapai 2.964.
Dan untuk PMDN nya lanjut Rudi, di tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 8,85 % bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang PMDN nya mencapai Rp..125,3 Milliar dengan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 2447 orang. Sementara untuk PMA nya mengaalmi penurunan di tahun 2011, dimana tahun 2010 PMA nya menyampai angka Rp.37,6 Milliar “ Data PMDN dan PMA berdasarkan jumlah ijin yang dikeluarkan oleh kami dalam satu periode.” Jelasnya. (arya)

Stock Darah di Kota Sukabumi Kosong


 Sukabumi-  Stock darah di Palang Merah Indonesia (PMI)  Kota Sukabumi mengalami kekosongan, hal itu disebabkan tingginya kebutuhan darah di Sukabumi. “ ketika darah sangat di butuhkan sementara pendonor sangat kurang dan itu disebabkan saat ini stock darah di PMI Kota Sukabumi kosong,” ujar ketua PMI Kota Sukabumi Charli Dahlan kepada Neraca usai menghadiri buka bersama di Gedung DPRD Kotra Sukabumi Senin malam kemarin.
Dijelaskannya, kelangkaan atau kekosongoan darah di daerahnya bukan hanya terjadi di Sukabumi, namun terjadi juga di seluruh Indonesia termasuk jawa barat, ‘ kita sudah berusaha meminta ke daerah Bogor, Cianjur, Jakarta ataupun Bandung semua kosong, “ kalupun ada tentunya buat stock mereka masing-masing”. Ujarnya.
Dikatakanya, bila dibandingkan dengan tahun lalu disaat menghadapi lebaran stock darah di PMI Kota Sukabumi dibilang aman , namun untuk tahun sekaranag sebelum lebaran saja sudah terjadi kekosongan, jadi untuk itu pihaknya memberikan solusi termudah, mengingat darah susah didapat, bila masayarakat atau pasen membutuhkan darah lebih baik langusng mendatanagkan pendonornya, “ 10 hari kebelankang kita masih punya stock darah 250 labu, tapi ssaat ini semua darah kosong, kita sudah berusaha menghubungi semua kota tapi hasilnya nihil, begitu juga yang kami lakukan mencari dan terus mencari apalgi dibulan puasa ini kami mencari malam hari karena siang hari banyak yang menilai donor darah di bulan puasa hukumnya  makruh,” Ujarnya. (arya)