Sabtu, 08 Desember 2012

RTTMC Dan Enam CCTV Rampung Dipasang


Sukabumi- Pemasangan Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) yang berlokasi di Dinas Perhubungan (Dishub)Kota Sukabumi dan pemasangan 6 titik CCTV  dipersimpangan Pintu Heks, Kimia Farma, Degung, Simpang MY, Balaikota dan di depan Pendopo Sukabumi pekerjaanya sudah rampung dilaksanakan, rencananya RTTMC tersebut mulai dioperasikan penggunaannya pada tahun baru nanti.
” Semua pekerjaan pemasangan CCTV dan fasilitas di RTTMC sudah selesai, hanya tinggal dilakukan pemeriksaan bersama dengan unsur terkait dari internal dan eksternal,” Hal itu dikatakan oleh Kabid Teknis Sarana Dishub Kota Sukabumi Abdul Rachman di ruang kerjanya, Jumat (7/12).
Ketika ditanya kapan akan dioperasiakan CCTV dan RTTMC serta berapa besar anggaran yang sudah dikeluarkan, Dirinya menjelaskan, untuk pembangunan RTTMC Dishub Kota Sukabumi menghabiskan biaya sekitar Rp. 162 juta yang berasal dari APBD Kota Sukabumi 2012. Sedangkan anggaran pemasangan CCTV sekitar Rp 690 juta. “ Kedua kegiatan tersebut bersunber dari dana APBD Kota Sukabumi tahun anggaran 2012.” Ujarnya.
Dijelaskannya, RTTMC tersebut nantinya berfungsi untuk mengontrol lalulintas kendaraan, seiring terpasangnya CCTV di 6 titik persimpangan di Kota Sukabumi. “ petugas operator yang berada di Dishub bisa melihat langsung lalulintas kendaraan tersebut” . Katanya. Dan kendala saat ini , pihaknya meminta kepada Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DP2KAD) serta Dinas Pengelolaan Persampahan pemakaman dan Pertamanan (DP4) Kota Sukabumi untuk menertibkan spanduk dan baligho agar tidak menghalangi pantauan CCTV di lapangan. (Arya)

Akibat Perluasan Pembangunan Di Kota Sukabumi Berdampak Kurangnya Lahan Pertanian


Sukabumi-  Dengan berkurangnya lahan pertanian di Kota Sukabumi yang disebabkan oleh perluasan bangunan dan perkotaan, membuat para petani yang ada di Kota Sukabumi terpojokan yang ujungnya bisa berkurangnya perekonomian mereka. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DP HKTI) Kota Sukabumi Drs.H. Muh. Kusoy usai mengelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DP HKTI Kota Sukabumi di Aula Pusat Kajian Islam (Pukis) Kota Sukabumi kepada NERACA beberapa hari yang lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut puluhan petani se Kota Sukabumi dan menghadirkan Narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahan pangan Kota Sukabumi serta dari unsure akademisi Fajar Laksana.
Dikatakannya, Lahan pertanian di Kota Sukabumi semakin sempit karena perkembangan dan perluasan bangunan dan perkotaan. Visi Kota Sukabumi sebagai pusat pusat pelayanan jasa perdagangan, kesehatan dan pendidikan memacu petani di Kota Sukabumi semakin terpojokan. Untuk itu kata dia dengan lahan yang berkurang, petani harus berperan aktif dalam merubah pola fikir, perilaku dan penyesuaian program dengan kondisi yang ada demi kesejahteraan petani.” Meskipun lahan pertanian di Kota Sukabumi berkurang, namun para petani harus bisa memanfaatkan lahan yang sempit tersebut”.Ujarnya.
Berkaitan dengan rakerda tahun ini, pihaknya akan mengembangkan wilayah pertanian di Kecamatan Baros, Cobeureum dan Lembursitu (Bacile) menjadi pusat pembibitan padi unggulan (persawahan) dan holtikultura. Begitu juga di Kecamaan Cikole, Citamiang, Gunungpuyuh dan Warudoyong (Ciciguwa)  untuk dijadiklan pusat pengembangan perikanan dan peternakan.” Selain itu kami juga ingin mengembangkan visi Kota Sukabumi yang berbasis petani di Seluruh Kecamatan yang ada di Kota Sukabumi.” Terangnya.
Sementara itu Fajar Laksana mengatakan, saat ini yang harus di rubah oleh petani di Kota Sukabumi merubah pola pikir mereka,bagaimana dengan kondisi lahan pertanian yang sudah mengecil ini bisa dimanfaatkan oleh para petani. “ petani harus bisa merubah mensetnya agar lahan sesempit apapun bisa dijadikan lahan pertanian yang ujung-ujungnya bisa menciptakan kesejahteraan petani juga. ” Ujar Fajar. (Arya)

Kamis, 06 Desember 2012

Tower dan Pasar Jadi Catatan DPRD


Sukabumi-  Warga kampung Keramat Kelurahan Keramat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi mengeluhkan banyaknya menara Telekomunikasi yang ada di Kota Sukabumi. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Paratai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Wahyudi Kelana dalam kegiatan resesnya di Keluaraha Keramat Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Kamis,(6/12) kemarin.
Dikatakan Wahyudi, menanggapi permasalah tersebut, DPRD Kota Sukabumi sedang menyusun peraturan daerah (Perda) tentang penataan menara Telekomunikasi tersebut. Kebetulan maslah tersebut ada di Komisi saya, jadi saya saat ini bersama rekan-rekan di komisi I sedang membahas perdanya.” Ujarnya.
Perda tersebut lanjut Yudi, rencananya akan disahkan tahun 2013 mendatang.Pasalnya pihaknya sedang membahas nota akademisnya untuk mewujudkan perda tersebut. Karena nantinya dalam perda tersebut akan berisi aturan-aturan terkait penempatan dan izin pembangunan menara telekomunikasi.” Apakah nanti aka nada satu menara telekomunikasi bersama , dimana nantinya provider telekomunikasi bisa menginduk di menara tersebut dengan provider lainnya.” Secepatnya Bulan Januari atau Februari perda tersebut bisa disahkan, tentunya dalam pembahasan kita akan memanggil pelaku-pelaku telekomukasi.” Ujarnya.

Menurut sepengetahuannya, saat ini jumlah menara yang ada di Kota Sukabumi kurang lebih berjumlah 20 menara, jumlah tersebut tersebar di daerah pemukiman warga, dan keluhan warga terkait permasalahan tersebut takut sewaktu-waktu menara tersebut bisa mengancam jiwa mereka.

Sementara ditempat yang berebeda , kegiatan reses anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Eeng I Ruswandi mengatakan, yang dikeluhkan oleh masyarakat dalam resenya yakni masalah penataan pasar pelita, dimana warga menginginkan penataan infrastrukutur pasar Pelita tersebut lebih bisa ditata lagi. “ masyarakat menginginkan, jalan are pasar tersebut tidak becek saat hujan turun. Serta fasilitas bisa dibenahi .” Ujar Eeng kepada NERACA usai melakukan kegiatan resesnya di kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang kota Sukabumi kemarin. (Arya)

Kelurahan Sukakarya Kota Sukabumi Ditunjuuk Program RKPP


Sukabumi-Walikota Sukabumi H.Mokh.Muslikh Abdussyukur menyambut baik adanya Program Rencana Kawasan Penataan Pemukiman (RKPP) di Kota Sukabumi, karena dengan program tersebut bisa menata pemukiman masyarakat. Hal tersebut dikatakan oleh Walikota usai menghadiri rapat koordinasi RKPP di Aula Hotel Taman Sari Kamis,(6/12) kemarin.Hadir dalam rapat tersebut unsur Bappeda Kota Sukabumi dan Konsultan pembangunan PT Cilaki 45 Bandung Hadi Prabowo.

Muslikh juga berharap, agar pemabangunan pemukimam yang ditempatkan di Keluarahan Sukakarya Kecamatan dan Keluarahan Karangtengah bisa berlanjut  dan bisa juga letersediaanya rumah susun bagi anak yatim di kota Sukabumi.dikatakannya, dalam pertemuan rapat tadi, dilakukan pembahasan Diseminasi pemisahan program yang akan dibiayai oleh APBN dan APBD Kota Sukabumi sehingga bisa lebih efektif ketika akan melaksanakan program tersebut.
Sementara itu Konsultan Pembangunan PT Cilaki 45 Bandung, Hadi Prabowo mengatakan, pelaksanaan RKPP tahap 1 di Kelurahan Sukakarya Kota Sukabumi, diperkirakan mulai bulan Juni 2013 mendatang dengan dana mencapai Rp. 5 miliar yang bersumber dari APBN dan ABPD Kota Sukabumi 2013.
Ditambah Hadi, Tahap awal pelaksanaan RKPP di Kelurahan Sukakarya, terlebih dahulu dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang meliputi lapang futsal, Volley Ball, Basket, Joging Track, kolam air dan etalase berupa kios-kios sebagai tempat untuk mempromosikan hasil produk para UKM. Program RKPP ini akan dilakukan secara bertahap selama 5 tahun hingga 2018 mendatang dan untuk tahap awal dilakukan terlebih dahulu pembangunan RTH. (Arya)

CAlaon Wakil Walikota Sukabumi Akan Kelurkan Kartu Pintar Dan Kartu Sehat


Sukabumi-  Calon Wakil Walikota Sukabumi Jona Arizona akan mengeluarkan program kartu Sehat dan Kartu pintar bagi seluruh masyarakat Kota Sukabumi. Tujuan rencana tersebut agar keluarga yang kurang mampu bisa sekolah dengan gratis sampai jenjang SMA dan sederajat, begitu juga dengan kartu sehat, nantinya tidak ada alasan lagi masyarakat yang sakit tidak dilayani. “ Untuk kartu pintar,  Insyallah dengan ditunjang anggaran dari APBN, Provinsi dan daerah, bisa direalisasikan 2014 mendatang dan sangat mungkin untuk dilaksanakan.” Jelas Jona saat bertatap muka dengan warga Kelurahan Keramat Kecamatan Gunungpuyuh, Kamis,(6/12). Kemarin.
Dikatakannya, Kota Sukabumi sudah wajardikdas 12 tahun, bahkan 30 % anggaran dialokasikan untuk pendidikan di Kota Sukabumi.” Intinya ketika saya dan pasangan saya yakni H.Mulyono terpilih memimpin Kota Sukabumi nanti, program tersebut akan dijalankan tidak terlepas miskin ataupun mampu yang penting mereka bisa sekolah gratis,” ujarnya.
Begitu juga lanjut dia,dengan penggunaan kartu sehat, dimana nanti pelayanan kesehatan harus optimal dengan memberdayakan maksimal rumahsakit, puskesmas dan pelayanan kesehatan lainya. “ Jadi tidak ada alasan lagi yang sakit tidak terlayani.” Katanya.
Selain akan mengeluarkan kartu pintar dan kartu sehat, pihaknya bersama pasangannya,akan berupaya meningkatkan indeks kesejahteraan masyarakat, dengan cara memberikan bantuan modal kerja bagi ekonomi kreatif berbasis keluarga di masing-masing RW.” Kita akan berusaha memberikan bantuan modal untuk program tersebut masing-masing rw mendapatkan sebesar Rp.25 juta rupiah.” Terangnya.(Arya)

Senin, 03 Desember 2012

Puluhan Orang Mengikuti Pelatihan Perakitan Komputer



Sukabumi-  Sebanyak 40 orang yang ada di 7 kecamatan se Kota Sukabumi mengikuti pelatihan perakitan/service computer. Acara yang di gelar oleh Dinas Sosisal Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB), Kota  Sukabumi di laksanakan di aula pelatihan Dinsostek PB  selama 10 hari.
“ setelah mereka memahami dan menguasai perakitan atau service computer setidaknya bisa dimulai dilingkungan sekitarnya masing-masing kemudian dilanjutkan bisa berpeluang membuka usaha sendiri dibidang computer, baiik itu warnet, jasa service dan lainnya.” Ujar  Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Wahyu Setiawan kepada NERACA,( 3/12). Kemarin.
Wahyu menambahkan, mengenai penyerapan ketenagakerjaan setelah mereka mengikuti pelatihan pihaknya tidak memantau,lebih lanjut, cuman bila ada lowongan pekerjaan pihaknya selalu memberitahukan kepada mereka. “ kabanyakan perusahaankan mencari tenaga kerja yang berpengalaman atau setidaknya sudah memahami yang akan dikerjakan, dan pelatihan ini merupakan salah satu dasar bagi mereka juga bila ada salah satu perusahaan membutuhkan tenaga kerja.” Ujarnya.
Wahyu mengatakan, kalau melihat data yang membuat surat keterangan permohonan pembuatan surat keterangan pencari kerja (kartu kuning), jumlah pencari kerja di Kota masih tinggi. Namun,permasalahan  setelah mereka bekerja tidak melapor kembali ke kami dan itu membuat Disnakertrans PB kesulitan untuk mendata. “ Seharusnya mereka lapor,kami tau berapa dari yang memohon kartu kuning yang diterima bekerja,”ujarnya. (Arya)

Akibat hujan Deras Disertai Angin Kencang Puluhan Rumah Terkena Bencana


Sukabumi-  Akibat Hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kota Sukabumi pada hari  Minggu ,(2/12) yang lalu, menyebabkan puluhan rumah terendam  banjir dan rubuh serta membuat tanah mengalami longsor.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana (PB) pada Dinas Sosisal Tenaga Kerja dan Penanggulangan Bencana (Dinsostek PB) Kota Sukabumi Hendra Resmana menjelaskan kepada NERACA, Senin,(3/12) kemarin.hasil monitor dari lapangan terdapat 95 rumah tergenag air  diantaranya tiga rumah rusak sebagian atap dan tembok ambruk akibat tersapu angin piting beliung dan tergerus longsor. “ Sejak Minggu sore sampai malam hari terdapat 3 Kecamatan yang dilanda bencana yakni Kecamatan Baros dengan kejadian angin putting beliung dan hujan deras yang menyebabkan banjir, kemudian di kecamatan Lembursitu mengalami Banjir di 4 keluarahan dan kecamatan Warudoyong dengan kejadian tanah lonsor di kelurahan Benteng Kidul. Untuk Sementara ditaksir kerugian sekitar Rp.250 juta” Jelas Hendra.
Terkait bantuan apa saja yang sudah diberikan kepada warga yang terkena musibah, Hendra mengungkapkan, saat ini pihaknya baru memberikan bantuan berupa natura saja. Dan itu kami berikan langsung kepada warga yang terkena musibah bencana. “ Bntuan yang sudah diberikan berupa natura dan itu  baru sebagian.” Ujarnya.
Semnatar menurut dia hamper semua 7 Kecamatan yang ada di Kota Sukabumi kalau dilihat kultur tanah rawan bencana, untuk itu pihaknya menghimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada menghadapi musim hujan yang ekstrim. Menurut  BMKG puncak musim hujan sekitar Bulan Januari dan Pebruari 2013. “ Kami menghimbau warga selalu waspada ketika ada hujan deras dan angin kencang.” Ujarnya. (Arya)