Selasa, 13 Maret 2012

Dskoperindag Kota Sukabumi latih puluhan IRT


Sukabumi- Dinas Koperasi perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi melakukan pelatihan Peranan Wanita Indutri Kecil (P2WIK) bagi ibu-ibu. Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut dilaksanakan di Keluarahan Limsununggal Kecamatan Citamian Kota Sukabumi.Kemarin. Kegiatan Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Sukabumi Hj.Isye Muslikh yang didampingi oleh Kepala Dinas Diskoperindag Kota Sukabumi Dudi Fathuljawad .
Dikatakan Dudi, Kegiatan ini merupakan pelatihan industry kecil yang dikhususkan bagi ibu Rumah tangga, sehingga nantinya para ibu-ibu tersebut bisa memiliki keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“ diharapkan melalui kegiatan ini bisa berdampak meningkatkan kesejahteraan dan secara tidak langsung sebagai day ungkit perekonomian rakyat di Kota Sukabumi.” Ujarnya.
Program P2WIK ini, lanjut Dudi, selain menjadi menjadi pilot project kegiatan ini juga merupakan agenda setiap tahun di setiap RW,sehingga nantinya selain memiliki keterampilan ibu-ibu juga diharapakan bisa membuka indsutri rumah tangga skala kecil.   
Bahkan tambah Dudi, Program tersebut sudah berjalan selam 5 tahun dan sudah 5 RW dengan jumlah 150 peserta yang sudah mengikuti program P2WIK ini. Dan Sebagai dari hasil evaluasi sampai saat ini sekitar 70-80 % mereka sudah berhasil dalam menjalankan industry kecilnya dari segala bidang usaha diantaranya ada yang dibidang mkerajinan dan makanan.
Ketika ditanya berpa bantuan modal yang diberikan kepada mereka agar usahanya berkembang, Dudi menuturkan, pihaknya tidak memebnrikan modal kepada mereka, hanya bahan dan peralatan serta pelaithan saja yang kami bantu.Akunya

Perda RTRW Rampung 6 perijinan siap dikeluarkan. " Diantaranya ijin ruko dan Hotel"


Sukabumi- Setelah disahkan Draf Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh DPRD Kota Sukabumi menjadi Perda RTRW  pekan lalu, Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (KPMT) siap mengeluarkan ijin yang saat itu tertunda . Hal tersebut dikatakan Kepala KPMPT Kota Sukabumi Rudi Juhayat kepada Neraca di ruang kerjanya Selasa,( 13/3) kemarin.
Dikatakannya, pihaknya siap mengeluarkan segala bentuk perijinan, terutama perijinan yang ada kaitannya dengan RTRW pada bulan April mendatang, mengingat Perda RTRW tersebut saat ini sedang dalam tahapan evaluasi Gubernur Jawa Barat dan kemungkinan Bulan April mendatanag semua perijinan yang sudah menunggu di Kantornya siap akan dikeluarkan. Terangnya.
 “ Ada 6 ijin yang siap dikeluarkan setelah Perda RTRW di sahkan, diantaranya masalah ijin mendirikan bangunan Ruko dan Perhotelan. Mudah-mudahan April mendatang sudah bisa dikeluarkan sehingga para pemohon bisa langusng melaksanakan pembangunanya.” Ujar Rudi yang didampingi oleh sekretarisnya Endang TB.
Sementara itu berkaitan dengan peluang investor di Kota Sukabumi Rudi menjelaskan, kalau melihat dari lahan yang ada di Kota Sukabumi memang terbatas, namun di Kota Sukabumi juga bagi investor yang mau menanamkan modalnya sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin banyaknya bangunan-bangunan khusunya dari segi jasa perdagangan. Dan untuk investor asing kebanyakn menanamkan modalnya mengambil sektor industri, dan itu juga tidak semua karena terbatas dengan RTRW.
“ Meskipun lahan di Kota Sukabumi terbatas, tapi bisa dibilang startegis dan menjanjikan, apalgi nantinya akan dibangun jaln Tol Sukabumi yang bisa menghubungkan ke Kota lain, begitu juga saat ini sedang dibangun jalan Lingkar selatan (lingsel)yang menghubungkan wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi dan itu bisa menjadi daya tarik bagi investor nanti.” Jelas Rudi.
Ditambahkan Rudi, menurut data yang dimilikinya, ditahun 2011 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp.136,4 milliar dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.773 orang. Dan untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 9,9 milliar dengan menyerap tenaga kerja mencapai 2.964. Dan untuk PMDNnya di tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 8,85 % bila dibandingkan dengan tahun 2010 yang PMDNnya mencapai Rp..125,3 Milliar dengan penyerapan tenaga kerjanya mencapai 2447 orang. Sementara untuk PMA nya mengaalmi penurunan di tahun 2011, dimana tahun 2010 PMA nya menyampai angka Rp.37,6 Milliar “ Data PMDN dan PMA berdasarkan jumlah ijin yang dikeluarkan oleh kami dalam satu periode.” Jelasnya. (arya)  .           
   

   
   

Senin, 12 Maret 2012

Tarif Pelayanan Kelas III di RSUD Syamsudin akan naik


Sukabumi- Setelah resmi dikeluarkanya Perturan Daerah no.21 Tahun 2011 tentang kenaikan restribusi pelayanan kesehatan  di Rumah Sakit. Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.Syamsudin.SH menaikan tarif pelayanan kesehatan rumah sakit khusu kelas III.

Direktur RSUD Syamsudin dr. Herman dalam jumpa pers nya kemarin mengatakan, salah satu pelayanan kesehatan yang naik diantaranya khusus instalasi rawat inap dari tarif awal Rp. 30.000 naik menjadi Rp. 50.000.  Kenaikan tersebut tidak berlaku bagi pasien yang terdaftar di Jamkesmas dan Jampersal. “ Sedangkan berdasarkan jumlah masyarakat yang terdaftar dalam jamkesmas di Kota Sukabumi sebanyak 55.000.” Katanya

Dikatakannya,Naiknya tarif pelayanan kesehatan rumah sakit khusus bagi kelas III dikarenakan, subsidi silang yang diberlakukan pihak RSUD sudah tidak mampu lagi meskipun RSUD Syamsudin statusnya saat ini Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah ( PPK-BLUD).
Nantinya,lanjut Herman, kenaikan tarif tersebut untuk menutupi biaya operasional dan pemeliharaan. Dimana sekitar  56 persen dari total pendapatan RSUD R. Syamsudin,SH sebesar Rp. 87 miliar pada tahun 2011 lalu, sekitar 51-56 % terpakai untuk pembiayaan operasional dan pemeliharaan. Sedangkan isanya sekitar 40-44 % untuk penguatan SDM lainnya

Lebih lanjut Herman menjelaskan, Jumlah tempat tidur yang ada di rumah sakit Syamsudin 604 buah, 42 persen khusu untuk kelas III, dan sisanya untuk kelas I,II dan VIP. Sementara jumlah pasen yang datang 40 persen untuk warga Kota Sukabumi dan sisanya yang 60 persen dari luar Kota Sukabumi.” Kenaikan tarif kelas III ini ini akan diberlakukan pada bulan April mendatang”.Ungkapnya.   (arya)

Minggu, 11 Maret 2012

perbaikan Jembatan diserahkan ke BKM


Sukabumi-  Setelah ditinjau oleh Wakil Walikota Sukabumi beberapa waktu yang lalu, kondisi jembatan gantung yang berlokasi di Kampung Kubang RT 01/04 Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi belum juga diperbaiki. Padahal saat itu Wakil Walikota Sukabumi H.Mulyono te;ah memerintahkan kepada Dinas PU Kota Sukabumi untuk segera diperbaiki. Namun sampai saat ini kondisi jembatan yang menghubungkan dua wilayah antara kampung Sukamantri kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi dan kampung Kubang Kelurahan Sukakarya Kota Sukabumi.
Dikarenakan sampai saat ini perbaikan jembatan tersebut belum ada kepastian, sehingga warga di Kecamatan Warudoyong menunjuk langsung BAdan Keswadyaan Masayrakat (BKM) Kelurahan Sukakarya untuk segera mengajukan perbaikan  ke Pemkot Sukabumi. Hal tersebut juga diakui oleh Ketua BKM Kelurahan Sukakarya Kecamatan Warudoyong Agung Sulaksana. Agung menuturkan kepada Neraca Kemarin, atas desakan warga kami (BKM) akhirnya mengajukan proposal perbaikan jemabatan kepada Pemkot Sukabumi, proposal perbaikan ini juga sudah diketahui oleh Sekda.   
“ Setelah disetujui oleh Sekda, saat ini BKM sedang membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB)  dan gambar jembatan yang akan direhab tersebut. Rencanan BKM akan mengajukan anggaran perbaikan sebesar Rp.  35 juta. Dan kami juga disarankan melakukan konsultasi dengan Dinas PU, bahkan  kami juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dinas lain seperti Dinsostek,” ujarnya.
Dijelaskan Agung, jembatan ini dibangun  oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi 2 tahun lalu, namun ketika kondisi jembatan gantung rusak mereka menyerahkan sepenuhnya perbaikan kepada Pemkot Sukabumi.
“Masyarakat sangat mengharapkan agar jembatan tersebut segera diperbaiki, karena setiap hari selalu dimanfaatkan untuk aktifitas sehari-hari oleh masyarakat baik kota maupun kabupaten,” ungkapnya.
Seperti yang diberitakan oleh Neraca beberapa waktu yang lalu terkait jembatan tersebut, bahwa sebelum rusak  jembatan yang kesehariaanya sering digunakan oleh warga untuk keperluan aktifitasnya seperti kepasar, sekolah, dagang dan aktifitas lainnya termasuk aktifitas perekonomian. Setelah kondisinya ruksak, warga terpaksa harus hati-hati melalaui jembatan gantung tersebut.

Sekda daftar ke DPD Demokrat " Sebelumnya mendaftarakan diri Ke DPC PAN


 Sukabumi- Setelah mendaftarkan diri  ke DPC Partai Amanat Nasional (PAN) beberapa waktu yang lalu. H.Muraz kembali melakukan pendaftaran calon Walikota Sukabumi periode 2013-2018 ke DPD Partai Demokrat. Muraz  menyerahkan berkas  persyaratan ke   Tim Penjaringan Partai Demokrat, tepat pukul 09.09 Jumat (09/03) kemarin. Diantar oleh para relawan dan puluhan pendukungnya.  Muraz mendaftarkan diri ke Demokrat bertepatan dengan hari terakhir partai Demokrat membuka pendaftaran bakal calon (Balon) Walikota.
Usai proses pendaftaran muraz mengatakan kesejumlah wartawan, sebagai birokrat dia tidak memiliki partai, untuk itu dirinya harus melamar ke partai yang akan mengusungnya.
Ketika ditanya siapa pasangannya nanti, Muraz mengungkapkan, siapapun yang jadi pasangan nanti, Muraz tetap memilh calon Walikota Sukabumu (F1).” Saya siap dengan siapapun untuk digandengkan, yang penting saya F1, “ . Tegas Muraz.
Salah satu pendukung Muraz Idun Suwarna, mengatakan, samapai sekarang dukungan kepada Muraz terus mengalir, sebagai bukti pihaknya saat melakukan pendaftaran baik ke DPC PAN dan DPD Demokrat hampir puluhan bahkan ratusan relawan yang ikut mengatar Muraz. ” Padahal kami tidak meminta banyak untuk mengantar Muraz, tapi kenyatannya ratusan pendukung Muraz datang sendiri, dan itu bukti pendukung Muraz sangat banyak.” Ujarnya.
Alasan Idun mendukung Muraz, karena Muraz orangnya penuh tanggung jawab dan seorang pemimpin masa depan, bahkan idun sudah melakukan surfenya secara pribadi bahwa suara yang sudah di pegang oleh Muradz sebesar 60-75 peren, “ walaupun tidak resmi tapi saya melakukan riset sendiri bahwa suara dan dukungan untuk Pak Muradz sudah diatas 60 persen dan ini terus akan bertambah dukungan terhadap Muradz.” Ujar Idun
Untuk itu, lanjut Idun untuk memeperkuat suara dukungan terhadap Muraz, telah di bentuk Tim relawan barisan Muraz,.” Kita sudah bentuk tim pendukung muraz, diantaranya di Kecamatan Warudoyong, telah terbentuk Barisan Muraz Warudoyong.(BMW) , begitu juga dengan Kecamatan lainnya yang ada di Kota Sukabumi” Ujarnya.
Sekedar untuk diketahui Muradz lahir di Kota Sukabumi tanggal 06 Mei 1956, dan beragama Islam, bekerja di pemkot Sukabumi sejak tanggal 10 Oktober tahun 1975 dan menjabat sebagai Sekda dari  31 oktober tahun 2003 sampai sekarang, Muradz juga aktif di organisasi di Kota Sukabumi,diantaranya ketua umum KORPRI, Ketua umum LPTQ, Ketua penggerak penghapal Al-quran, Ketua Umum IPSI,Ketua umum PTMSI, Ketua IKA STH Pasundan Sukabumi dan penasehat KBP3.
Smentara itu Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sukabumi, Kol.(Purn) Dedi  Kusnadi  mengatakan, siapa calon yang akan diusung partai tersebut, ditentukan setelah melalui verifikasi yang dilakukan tim sembilan . “Setelah dibahas di tim, selanjutnya disodorkan ke ketua Umum Partai Demokrat. Pengumumannya, Insya Allah secepatnya, Selain berdasarkan verifikasi tim sembilan, penentuan calon yang akan diusung juga mempertimbangkan hasil survey dari LSI. Meski tidak mutlak namun hasil survey juga bisa menentukan” .Katanya.(arya