Rabu, 11 April 2012

Penyerapan DBHCHT Di Kota Sukabumi mencapai 98%

Sukabumi- Penyerapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di kota Sukabumi sudah mencapai 98 %. Sementara anggaran  yang dikucurkan oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan RI melalui Pemprov Jabar kepada Pemkot Sukabumi sekitar Rp. 1,3 Milliar.
” Sampai hari ini penyerapan anggaran DBHCT sudah mencapai 98 persen, dan kalau kegiatanya sudah 100 % ” . Ujar Kepala Dinas koperasi perindutrian dan perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi yang juga sebagai ketua tim DBHCT Drs.Dudi Fathuljawad kepada Neraca diruang kerjanya kemarin.
Dijelaskannya, DBHCH T bukan milik Disperindagkop saja, hanya ditunjuk sebagai ketua tim DBHCHT untuk mengkoordinasikan kepada dinas atau instani lainnya. ” Ada 10 dinas/instansi/ yang terkibat dalam DBHCHT bagian di lingkungan Pemkot Sukabumi. diantaranyau Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Lingkungan Hidup, Bappeda, Diskoperindag, Dinas Pol PP, Bagian Perekonomian Setda Kota Sukabumi, Kantor PDE, Arda dan Humas Pemkot Sukabumi dan lainnya. Lebih difokuskan kepada kegiatan sosialisasi dan pembangunanh infrastruktur.   ” Jelasnya.
Sementara itu terkait dengan program dinasnya, sat ini pihaknya sedang memeprisapkan Sukabumi exspo ke 5 yang akan diseelenggarkan pada bulan Juli mendatang.Bahkn rencananaya dalam kegiatan tersebut pihalnya akan mengundang seluruh Usaha Kecil Menengah dan Industri Kecil Menengah terliobat dalam sukabumi ekspo ke 5 nanti.
” Nanti dalam Sukabumi Ekspo ke 5 tersebut akan dipajang produk UKM diantaranya makanan, minuman, pernak-pernik, kerajinan tangan dan lainnya dari perwakilan daerah masing-masing, kan saya berencana seluruh Indonesia, jadi setiap daerah akan memebuka stand produk UKM nya. ” Jelas Dudi.
Dudi menjelaskan, perbandinagn 4 tahun kebelakang dimana sejk Sukabumi ekspo pertama digelar pada tahun 2008 lalu, hampir 20 % peningkatan perputaran uang terjadi, jadi tak heran setiap kami menyelenggarakan Sukabumi ekspo menjadi perhatian masyarakat Kota Sukabumi termasuk dari luar Kota Sukabumi juga suka ada yang mengunjungi.
”  Adanya kegiatan yang dilaksanakan setahun ekalai selain perputaran uang meningkat juga yang datang bukan hanay warga Kota Sukabumi saja melainkan dari luar Kota Sukabumi, yang ingin menyaksikan pameran UKM Sukabumi Ekspo.Sementara data UKM di Kota Sukabumi berjumlah 16 ribu dan IKM 225.” Jelas Dudi.(Arya)    

Senin, 09 April 2012

Hati- Hati di Kota Sukabumi terjadi Bubble Ekonomi semu

Sukabumi- Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PASIM  Sukabumi yang juga sebagai pengamat ekonomi  Fajar laksana mengatakan, meskipun Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kota Sukabumi meningkat mencapai 6,12 %, namun peningkatan tersebut juga akan berdampak terjadinya Bubble economic (gelembung ekonomi).
 “ untuk itu pemkot Sukabumi harus secepatnya merumuskan atau membuat kawasan ekonominya, sehingga nantinya jangan terjadi bubble ekonomi yang semu. Selain itu saya melihat peningkatan LPE di kota sukabumi didominasi oleh sektor konsumtif.” Jelas Fajar ketika ditemui Neraca usai melakukan dialog peradaban dengan universitas Lyon College Amerika Serikat Prof.Martha Catherin Beck Ph D di Aula Pesantren Alfath PASIM Sukabumi kemarin.
Dijelaskan Fajar, kalau peningkatan bubble ekonomi tidak di kawal maka pemkot Sukabumi tidak akan tahu mana produk asli Kota Sukabumi yang ada di pasaran. Makanya secepatnya harus di buat kawasan ekonominya “ saya hanya menyarankan pemkot Sukabumi kalau tidak mempunyai Kawasan Ekonomi yang jelas akan tertinggal oleh daerah lain. Kan nantinya fungsi kawasan ekonomi tersebut bukan hanya untuk menata pedaganag saja melainkan juga untuk menata industri kecil, usaha kecil menengahnya, ataupun industri rumahan yang bersifat pribadi, sehingga tidak akan terjadi acak-acakan.” Ujarnya.
Selain itu Fajar juga menanyakan, apakah Kota Sukabumi khususnya dibidang perdaganagan yang berhubungan dengan perekomian rakyat, sudah mempunyai masterplan perdagangannya atau site plan yang jelas dalam menata perdagangan untuk menunjang Kota Sukabumi sebagi visi misi Kota Sukabumi salah satunya jasa perdagangan. “ Saya hanya menanyakan saja apakah Kota Sukabumi sudah mempunyai site plannya atau master plan perdagangannya, karena Kota Sukabumi sekarang menjadi daya tarik para investor baik itu dalam negeri ataupun asing.” Kata Fajar.
Bukan itu saja, Fajar juga menyoroti dunia perbankan, dimana dalam memebrikn modal lebih kepada kebutuhan konsumtif, bukan modal usaha  bagi para UKM. Padahal dari sektor UKM tidak sedikit para pelaku usaha membutuhkan modal meskipun tidak besar. “ Perbankan hanya memberikan modal usaha kebanyakan pada kosumtif seperti bantuan membeli rumah dan mobil, kenapa bukan modal usaha atau  lebih ke sektor perekonomian masyarakat.” Ungkapnya.
Sementara lanjut Fajar, bantuan untuk modal usaha pihak perbankan selalu dilibatkan, seperti bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR)  dan yang baru Kredit Cinta Rakyat (KCR) dan itu juga ada di perbankan. Dan untuk KCR secara jujur dirinya baru tahu adanya program tersebut .” Kalau KCR ini bekerja sama dengan pemerintah dan dirinya mengusulkan pihak perbankan atau pemerintah  harus mensosialisasikan kepada masayarakat khusunya pada pelaku usaha kecil.” Terangnya. (Arya)  

Minggu, 08 April 2012

LPE Kota Sukabumi meningkat sebesar 6,12 %

Sukabumi-  Bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Sukabumi Meningkat. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi tahun 2003 LPE diKota Sukabumi tahun 2003  mencapai 5,33, sedangkan di tahun 2010 mencapai 6,12 persen. Sementara untuk inflasinya Kota Sukabumi 4,26 persen. Dengan data tersebut Kota Sukabumi termasuk 66 Kota yang ada di Indonesia laju inflasinya dipantau oleh BI.
“ Sejak Kepemimpinan Walikota Sukabumi H.Mokh.Muslikh Abdussyukur selama 10 tahun LPE di Kota Sukabumi grafiknya meningkat begitu juga Kota sukabumi masuk di 66 Kota yang dipantau langsung oleh BI laju Inflasinya.” Jelas Kabid Ekonomi Ramdani Kurniawan  Kepada Neraca Kemarin.
Selain itu kata Ramdani, dari komponen Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Sukabumi selalu mengalami peningkatan dari  tahun 2008 IPM Kota Sukabumi 74.17 tahun 2009 74.49, tahun 2010 74.91 dan tahun 2011 75 .33. peningkatan IPM tersebut tentunya terkait dengan pencapaian komponen indek kesehatan, daya beli dan pendidikan dari tahun ketahun meningkat.
Ditambahkan Ramdani, Berdasarkan data BPS pada  kurun 2011-2010 dariketiga indek tersebut,indek daya beli mencapai pertumbuhan tertinggi, dimana pertumbuhan indek daya beli Kota Sukabumi anatar tahun 2010 -2011 mencapai 0,59 poin.diikuti indeks kesehatan tumbuh 0,42 poin dan indek pendidikan tumbuh 0,24 poin. Dengan demikian telah terjadi percepatan dalam peningkatan indek daya beli disbanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dapat mencerminkan bahwa terjadi peningkatan kegiatan perekonomian,baik dilihat dari sisi produksi,konsumsi maupun pemerataan hasil-hasil pembangunan berupa peningkatan dan peningkatan konsumsi terhadap pelayanan publik pada masyarakat.
Begitu juga  lanjut Ramdani, total kredit yang disalurkan di Kota Sukabumiselamtahun 2005-20098mengalami peningkatan. Bahkan, pada tahun 2008 kucuran kredit perbankan tumbuh 47,38 % atau mencapai Rp.1.423,83 milliar dan meningkat lagi 29,34 % pada tahun 2009 menjadi Rp.1.841,56 Milliar. Meskipun masih didominasi kredit untukkonsumsi, namun pertumbuhan kredit untuk tujuan investasi mengalami peningkatan yangpesat dalam 2 tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan modal untuk usaha produktif di Kota Sukabumi. (Arya)    



Kelurahan Subang Jaya Kota Sukabumi bekonsep sentra Pertanian

Sukabumi- Berbagai terobosan dilakukan oleh Kelurahan Subang Jaya Kecamatan Cikole Kota Sukabumi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, diantaranya program  yang bergerak dalam bidang finansial, sosial dan ekonomi.Hal tersebut diungkapkan oleh Lurah Subangjaya Asep Koswara saat dihubungi Neraca lewat telepon selulernya.Kemarin

Dijelaskannya, Dibidang ekonomi saat ini sudah berjalan peternakan sapi sebanyak 60 ekor dan budidaya ikan lele yang dikelola murni oleh masyarakat dan penghasilan hasil produksinya juga diperuntukkan bagi masyarakat.

Bukan itu saja lanjut Aep, limbah kotoran sapi juga oleh masayarakat diolah menjadi pupuk dan bio gas, begitu juga limbah susu yang basi diolah menjadi penganan kerupuk. Sedangkan  disektor pertanian, saat ini Kelurahan Subangjaya menjadi sentra cabe dan sentra sayu mayur lainnya di wilayah Kota Sukabumi.

“ untuk centra Cabe memang dari dulu Subangjaya bisa disebut terkenal dengan hasil Cabenya dan sayur sayuran, takheran bila saat ini Kelurahan Sunga jaya menjadi centra di Kota Sukabumi.”Ujarnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Pemberdayaan Masayarakat (LPM) Kelurhan Subang Jaya Amir Makhmud mengungkapkan,  Dengan berbagi program ekonomi, sosial dan finansial tak heran bila Keluarahn tersebut menjadi juara pertama lomba kelurahan tingkat Kota Sukabumi tahun 2012, salah satu penilaian yang paling menonjol terkait begitu besarnya peran aktif masyarakat dalam setiap program pembangunan termasuk peran berbagai pihak swasta yang peduli dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Subangjaya. “Saat ini kita sedang mempersiapkan untuk mengikuti lomba tingkat Jawa Barat yang direncanakan bulan Juni mendatang,”katanya. (Arya)

Minggu, 01 April 2012

Sekda kota Sukabumi Resmi Keluar Dari Ormas Ahmadiyah

Sukabumi-  Sekretasris Daerah (Sekda) kota Sukabumi H.M.Muradz menyatakan keluar dari ormas Ahmadiyah, peryataan tersebut diungkapkan oleh Sekda dalam Jumpa Persnya di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) bertempat di Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi Dihadiri oleh ketua MUI Kota Sukabumi Prof.DR.KH. Dedi Ismatullah dan pengurus MUI lainnya, Sabtu (31/3).
     
Sebenarnya, pernyataan mundurnya sekda dari Ahmadiyah sudah dilakukan sejak Kamsi (29/3) lalu dihadapan ketua dan Dewan fatwa MUI Kota Sukabumi, namun pernyatan tersebut tertutup serta tidak bisa diliput oleh media. Jelas Mui kepada sejumlah Meia cetak ataupun elektronik. “ Ketua MUI juga meminta pernyataan M.Muraz keluarnya dari orms Ahmadiyah tidak dipolitisir, karena ini menyangkut Agama” . Jelas Ketua MUI.  

Bahkan Ketua MUI bertanggung jawab penuh terhadap pernyataan ikrar yang dilaksanakan dihadapan pengurus, dewan fatwa serta alim ulama. “ kalu dibilang terlambat say kira tidak, mungkin hidayahnya baru turun ke Muraz, untuk itu sebagai umat muslim peryataan yang disampaikan oleh Muraz harus kita hargai.” Jelasnya.  

Smentara itu Muraz sendiri mengatakan, Pernyataannya keluar dari ormas ahmadiyah tersebut tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun.” Sejak lahir dan menganut Agama Islam dirinya mengakui nabi terakhir adalah Muhammad SAW serta kitab suci Al-Quran,” katanya.

Bahakn lebih lanjut Muraz mengungkapkan, bahwa sejak dahulu orangtuanya merupakan pengurus NU. Bahkan dirinya juga membantah keras terkait beredarnya isu yang mengatakan bahwa istri dan anaknya merupakan anggota ahmadiyah.” Saya tegaskan bahwa isu anak dan istrinya anggota Ahmadiyah itu tidak benar.” Tegas Muraz.(Arya)

Pemasangan Baru; PDAM Memberikan Discon 20 %

Sukabumi- Dalam memepringati HUT Kota Sukabumi ke 98, PDAM TBW Kota Sukabumi memberikan pelayanan kepada pelanggan diskon sebesar 20 persen bagi masayarakat untuk pemasangan baru. Dimana program tersebut Dimulai dari 20-31 maret 2012. Sementara masayarakat yang sudah mengajukan mencapai 8pemohon dan itu belum ditamabh dengan data yang dicabang- cabang PDAM wilayah Kota Sukabumi. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PDAM Kota Sukabumi Helmi Soetikno, Jumat (30/3).usai melakukan kegiatan Donor Darah dilingkungan kantornya.

Dijelaskanya,smenjaka digulirkan program tersebut, tanggapan masyarakat sangat bagus dan begitu antusias. Rata-rata biaya untuk pemasangan baru sebelum program diskon tersebut Rp. 825.000 untuk kategori standar,  sedangkan untuk bea balik nama Rp. 25.000.

Ditambahkannya, PDAM sampai saat ini terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Sukabumi. Diantaranya dengan terus menambah sumber air dan menertibkan pelanggan yang menunggak.

Berkaitan dengan kegiatan Donor Darahnya, Helmi Soetikno mengatakan, kegiatan donor darah tersebut bekerjasama dengan Persatuan Donor Darah Indonesia (PDDI) Kota Sukabumi dan berlangsung hanya sehari. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sesama untuk membantu mereka yang membutuhkan darah,” katanya. (Arya)

Mulyono Resmikan RIN Esturame

Sukabumi- Wakil Wlaikota SUkabumi H.M.Mulyono meresmikan pergantian nama Bumi Abdi menjadi Resto, Salon dan Spa Rin Esturance.pergantian tersebut ditandai dengan pengguntian pita oleh Wakil Walikota Sukabumi tersebut, ditandai juga dengan launcing Majlah Cahaya dan   ulang tahun Pimpinan Umum Cahaya Group Inan Riau Hasibuan.Jumat Kemarin. Tampak Hadir dalam persemian tersebut Sekda Kota Sukabumi H.M. Muraz, jajaran manajemen Cahaya Group, Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kajari Sukabumi, kepala dinas serta tamu undangan lainnya. 

Secara singkat Mulyono menjelaskan, kehadiran RIN Esturame secara tidak langsung memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi dan bisa berpengaruh juga terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya menyangkut daya beli masyarakat dan juga menyumbangkan PAD ke Kota Sukabumi.

Sementara itu, pemilik Resto, Salon dan Spa RIN Esturame, Rina Marlina, bahwa kehadiran RIN Esturame sebagai salah satu upaya untuk melayani masyarakat Kota Sukabumi yang ingin menikmati suasana kuliner sekaligus memanjakan dirinya dengan perawatan tubuh berupa salon dan spa. “ Kedepannya kami berharap agar Resto, Salon dan Spa RIN Esturame dapat menjadi agro wisata di Kota Sukabumi,” harapnya.

Rina juga mengungkapkan perbulannya tidak kurang 25-30 pengunjung mengunjungi RIN Esturame ini,dengan rata-rata pendapatan puluhan juta rupiah perbulannya.” Sebulan sih pengunjung yang dating hamper 30 orang, dan pendapatan bias juga sih mencapai puluhan juta ripuah “ Jelas Rina      

Dijelasknnya, RIN Esturame ini bukan hanya unmtuk kelas menengah atas saja, bahkan kami konsep untuk kelas menengah kebawah juga.   Adapun pelayanan yang ditawarkan khusus untuk kuliner terdapat masakan khas sunda dan eropa dengan harga yang bisa dijangkau. Sedangkan khusus salon dan spa dilayani oleh karyawan yang sudah terlatih.” Dari dulu saya buka usaha semacam ini tidak pernah untuk segmen menegh ke atas tetapi sebaliknya,namun saya  konsep tempat dan pelayanannya seperti tempat0tempat berbintang.” Imbuhnya. (Arya)