Rabu, 30 Mei 2012

Kota Sukabumi kembali raih Piala WTN


Sukabumi- untuk kesembilan kalinya Kota Sukabumi berhasil meraih piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Kota Sedang dari Pemerintah Pusat. Piala lambang supremasi tertinggi dalam bidang tertib berlalu lintas ini, diterima oleh Walikota Sukabumi, H. Mokhamad Muslikh Abdussyukur, S.H., M.Si., pada hari Selasa, 29 Mei 2012, di Jakarta. Kemudian besoknya Rabu,(30/05) ( kemarin_red) Piala WTN tersebut di arak keliling Kota Sukabumi.
Walikota Sukabumi H.Mokh.Muslikh Abdussyukur menjelaskan, diraihnya untuk kesembilan kalinya piala WTN tersebut berkat kerjasama  semua pihak, yakni warga masyarakat dan Pemerintah Kota Sukabumi, serta dinas-instansi dan lembaga terkait. Untuk itu berkaitan dengan tersebut Mulikh juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada segenap lapisan warga masyarakat, khususnya kepada aparat dinas-instansi dan lembaga terkait, yang senantiasa berupaya optimal menciptakan tertib berlalu-lintas, serta keamanan, kenyamanan dan keselamatan berlalu-lintas.
“ Makanya kita arak penghargaan WTN tersebut, keliling Kota Sukabumi, oleh Pemerintah Kota Sukabumi beserta dinas-instansi dan lembaga terkait, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sekaligus sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada seluruh lapisan warga masyarakat Kota Sukabumi, yang telah mendukung secara optimal dalam menciptakan tertib berlalu lintas.” Ujarnya.
Selain mendaptkan pila WTN lanut Muslikh Dalam satu bulan Mei 2012 ini prestasi dibindag lain juga di raih oleh Kota Sukabumi yaitu, meraih gelar juara pertama sepakbola, pada ajang Piala Soeratin Usia 18 Tahun Tingkat Jawa Barat Tahun 2012, untuk yang pertama kalinya, atas nama Kesebelasan Sukabumi FC. Gelar juara tersebut diraih, setelah Kesebelasan Sukabumi FC berhasil mengalahkan Persikad Depok dengan skor 2-0, pada final piala tersebut, tepatnya pada tanggal 26 Mei 2012, di Stadion Siliwangi Bandung. Selain itu juga tingkat kelulusan pada UN di Kota Sukabumi mencapai 100 persen. Dan itu juga patut disyukuri oleh semua pihak termasuk masyrakat Kota Sukabumi.
Ucapan terima kasih Walikota Sukabumi tersebut, juga disampaikan kepada para pengemudi, baik pengemudi kendaraan roda empat dan roda dua, maupun pengemudi kendaraan tradisional, seperti Becak dan Delman, yang senantiasa mematuhi berbagai peraturan dan per-undang-undangan lalu-lintas di Kota Sukabumi.(arya)

Kebutuhan KPU Kota Sukabumi Sekitar 19 Milliyar


Sukabumi- Kebutuhan anggaran untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada)  Kota Sukabumi bulan Pebruari 2013 mendatang sekitar Rp.19 Milliar. Anggaran sebesar tersebut dari mulai tahapan sosialisasi sampai selesainya masa Pilkada. Hal tersebut diungkapkan oleh divisi teknis penyelenggaran pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi Agus Firmansyah usai menyelenggarakan rakor dengan Camat dan Lurah se Kota Sukabumi beserta Dinas Catatam sipil dan kependudukan Kota Sukabumi  tentang pemuktahiran data pemilih di gedung Korpri Kota Sukabumi Rabu,(30/5). Kemarin.
“ Antisipasi terhadi dua putaran kita mengusulkan anggaran untuk keperluan Pilkada nanti sebesar Rp.19 Milliar. Dan kalau satu putaran kemungkinan kira-kira sebbesar Rp.12 Milliar. Namun pemkot Sukabumi sudah menyediakan anggaran sebesar Rp.8 Milliar dan sisanya di cover oleh pihak provinsi.” Ujar Agus.
Dikatakannya, dalam rakor tersebut pihaknya membahas tentang data penduduk potensial pemilih pemilu (DP 4), pasalnya jumlah pemilih akan terjadi peningkatan. “ sekitar 20 persen akan terjadi peningkatan pemilih baru, tahun lalau saja waktu pemilihan presiden mencapai 218.” Terangnya.
Dan nantinya, data DP 4 tersebut kemudian akan diolah oleh KPU menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Jadi bulan Agusutus KPU akan melayangkan surat dan 27 September pemkot Sukabumi harus memberikan DP 4 nya, kemudian akhir tahun nanti sudah terlihat jumlah pemilih tetap dengan jumlah 600 TPS.(Arya)

SMK Plus Padjadjaran Kota Sukabumi akan menjadi tuan rumah dalam perekrutan tenaga kerja di PT. AHM


Sukabumi- Kepala Sekolah SMK Plus Padjadjaran Kota Sukabumi Youcke Noor Syaeful mengungkapkan , bahwa sekolah yang dipimpinnya direncanakan akan menjadi tuan rumah dalam perekrutan tenaga kerja di PT. Astra Honda Motor (AHM) Indonesia khusus jawa barat.” Direncanakan sudah perayaan Idul Fitri mendatang PT.AHM akan merekrut 1000 tenaga kerja. Dan sekolah kami menjadi tempat perekrutan tersebut.” . Ujarnya, kepada Neraca Kemarin.
Pihaknya menjelaskan, Ditunjuknya Sekolah SMK Plus Padjadjaran Sukabumi tersebut, juga didasari bentuk kerjasama antara sekolah dan PT.AHM, selain itu juga segala kegiatan yang ditawarkan oleh PT AHM selalu dijalankan. Diantaranya kegiatan penghijauan dan sosialisasi keselamatan kendaraan bermotor. “ Kita sudah menjalin kemitraan sudah lama, dimana siswa kami juga ada yang magang di PT.AHM atau sudah diterima bekerja di Honda. Mengingat sekolah kami mempunyai jurusan Teknik komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan ringan (TKR) ” Ujarnya.
Bahkan lanjut Youcke, sekolah yang dimpinya tahun ajaran baru sekarang membuka jurusan baru yaitu Teknik Sepeda Motor (TSM), bahkan jurusan yang baru tersebut juga untuk sumber daya manusia pengajarnya bekerja sama dengan PT . AHM. “ disinbi kami mengirimkan lima Guru untuk mengikuti pelatihan yang tujuannya untuk mengajara di jurusan baru tersebut. Dan PT.AHM juga menyumbangkan 2 unit motor untuk keperluan prektek siswa nantinya. “ Terangnya.
Youcke menambahakan, sejak dibukanya jurusan baru tersebut, sudah 150 siswa yang mendaftar. Dan itu menandakan animo masyarakat akan kebutuhan jurusan Teknik Sepda motor sangat tinggi. “ namun dari ratusan yang mewndaftar kami untuk tahap awal kami beru buka satu kelas dengan jumlah 40 siswa.” Jelasanya.
Untuk menunjang kelancaran dalamproses pembelajarajn nanti, pihaklnya sudah membangun ruang kelas baru (RKB) serta sarana dan prasaran lainnya. “ kami sudah siapakan satu kelas baru dan segala sra prasaran untuk menunjang jurusan baru tersebut.” Katanya.
 Berkaitan dengan siswa yang lulus tahun ini, Youcke mengungkapkan, tahun ini berjumlah 361 siswa yang lulus dari jurusan TKJ dan TKR . “ Alhamdulillah siswa kelas XII yang mengikuti UN kemarin semuanya lulus 100 % . Dan dari jumlah 361 tersebut sebagian siswanya  sudah diterima bekerja dianataranya menjadi kosultan Informasi Teknologi (IT). (Arya)          
     

Senin, 21 Mei 2012

Menunggu Dampak Kongrit Kenaikan LPE 6,12 %

Sukabumi-  Meskipun Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Sukabumi meningkat mencapai 6,12 persen, namun kenaikan tersebut tidak mengalami dampak terhadap perekonmian di Kota Sukabumi. Pasalnya, pemkot Sukabumi tidak mempunyai konsep tentang ekonomi berkelanjutan artinya hanya perekonomian sesaat dan tidak berkesinambungan. Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat ekonomi dari kalangan akademisi asal Sukabumi Idun Sauwarna kepada Neraca kemarin.
“ Pemkot Sukabumi harus segera mengambil sikap pentingnya ekomi kelanjutan yang artinya bukan ekonomi sesaat, melainkan ekonpomi terus menerus yang bias meningkatkan perekomian, walaupun menurut data LPE kita naik menjadi 6,12 persem.” Ujar Idun yang juga menjabat Dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) PASIM Sukabumi.
Idun juga menyontohkan, bila pelaku ekonomi membuat Gedung-gedung jangan hanya hubungannya sesaat saja, nemaun harus terus bersekesinambungan. ” Mmisalnya bangunan toserba dimana area perkirnya harus bisa memberikan PAD ke Kota Sukabumi dalam artian dikelola oleh pemerintah, bukan dikelola oleh pihak intern Toserbanya sendiri.Karena keuntungan parker sangat besar minimal 3 juta perhari bisa didapat dari lahan parkir, kalau di kelola oleh pemerintah kan bisa menyumbangkan PAD.  ” Ujarnya.
Idun juga menyoroti tentang menjamurnya minimarket yang ada di Kota Sukabumi, menurutnya dengan adanya mini market pemkot Sukabumi harus berpikir jangan sampai membunuh pelaku-pelaku usaha kecil, melainkan harus membantu pelaku-pelaku usaha kecil dengan adanya mini market tersebut.” Harus ada multi efeknya dong ketika bangunan berdiri apalgi ini masalah perekonomian masayarakat, jadi harus ada ekomi berkelanjutannya.” Terangnya
Selain itu Idun juga mengomentari masalah Corporate Social Responsibility (CSR) sdunia usaha baik itu,industry ataupun dunia perbankan, menurutnya CSR mereka sampai sekarang semua, sehingga  wajar bila masyarakat menanyakan kemana CSR setiap perusahaan dikeluarkan, karena sampai sekaranag banyak masyarakat yang tidak tersentuh oleh program CSR, padahal setiap perusahaan harus melakukan kegiatan CSR nya,.” Kan tidak sedikit para pelaku usaha atau perbankan melakukan kegiatan usahanya di Kota Sukabumi, tapi tidak kelihatan kemana CSR nya , jadi pemrintah harus segera berbuat, sepengatuhan saya setiap dunia usaha atau perbankan anggaran CSR nya besar sekali, di dunia perbankan saja kalau tidak salah CSR pertahunnya bisa mencapai Rp.100 juta lebih.” Ujarnya,
Untuk itu lanjut Idun, kedepan pihaknya akan membentuka Forum pengelola CSR, dimana didalamnya selain pemrintah, para pelaku usaha dan masayarakat juga akan dilibatkan, sehingga nantinya jelas peruntukannya dan tepat sasaran. Ujarnya. (Arya

Rabu, 16 Mei 2012

Sisma SMK Negeri 3 75 Persen siswanya Sudah Di terima Perusahaan

Sukabumi – Siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota Sukabumi yang akan lulus tahun ini, sebagian siswanya sudah terserap oleh tenaga kerja, bahkan setelah dinyatakan lulus siswa sebagian sekolah kejuruan tersebut langsung bekerja di perusahaan yang sudah melakukan MoU dengan pihak sekolah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Sukabumi Toni K Suhandi kepada Neraca usai menggelar acara perpisahan, kemarin.
“ Dari jumlah 228 siswa yang akan lulus tahun ini, 75 % siswa kami sudah direkrut oleh berbagai perusahaan yang ada di Indonesia. “ Ujarnya.
Dikatakannya, Untuk tahun- tahun sbelumnya, berbagai perusahaan dibidang perhotelan, tak sedikit mengambil tenag kerjanya lulusan dari sekolah kami, tak heran bila pihaknya sering melakukan MoU dengan berbagai perusahaan. “ Kebanyakan siswa kami diterima bekerja di perhotelan dan restoran yang berbintang, dan itu kebanyakan di luar kota Sukabumi seperti di Bogor, Bandung dan Jakarta.” Terangnya.
Sekolah yang membuka lima jurusan, yakni, jasa boga, akomodasi perhotelan, jasa busana butik,pastier dan tata kecantikan tersebut sudah menempatkan siswanya untukbekerja di perusahaan asing yaitu di Negara Jepang, dan itu menandakan bahwq lulusan sekolah tersebut menjamin akan terserap oleh tenaga kerja. “ Yang sudah berangkat ke Jepang berjumlah 13 siswa dan bulan depan 3 siswa lagi akan diberangkatkan lagi ke Negar yang sama yitu Jepang.” Ujarnya.
Bahkan dalam acara perpisahan tersebut berbagai perusahaan yang sudah bekerjasama ikut hadir diantaranya PT. Sayap Mas Utama (SMU), bahkan dalam kesempatan tersebut juga PT.SMU membagikan reward kepada semua siswa yanag akan lulus tahun ini. ( Arya)

Minggu, 13 Mei 2012

Komisi III DPRD Kota Sukabumi Sidak Ke Dinkes Terkait Jampersal

Sukabumi- Banyaknya keluhan dari masayarakat dan msih belum optimalnya pelayanan jaminan Persalinan (jampersal) di Kota Sukbumi, membuat catatan yang penting bgi anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi.
Tak sedikit masyarakat mengadu dan mengeluh terkait proses dan pelayanan terkait Jampersal, bahkan tak sedikit warga masyarakat kurang mengetahui tentang adanya program Jampersal yang sudah digulirkan oleh pusat meskipun sudah dua tahun berjalan. “ Hampir sebagian masayarakat khususunya kaum perempuan yang mengadu tentang pelayanan jampersal , baik itu langsung ataupun kami sedang melakukan kegitan reses. “ Ujar ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Yayan Suryana saat melkukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi didampingi dengan anggota komisi lainnya yakni Elin Paulina Tarigan, Faisal Anwar, Sihabudin dan Maman Priatman, Jumat (11/5) yang lalu.
Dikatakannya, Sejak program Jampersal digulirkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan masalah pelayanan. Makanya kami dari Komisi III ingin tahu sejauh man program Jampersal tersebut. “ kita mau mengklarifikasi hal tersebut." ujar yayan.
Untuk itu lanjut yayan, pihk Dinkes kedepan harus lebih sering mensosialisasikan program Jmpersal tersebut, karena Program Jampersal bukan hanya untuk warga klangan yang kurang mampu, melainkan untuk semua warga yang akan melahirkan. Serta yayan juga menegaskan proses Jampersal jangan dipersulit melainkan mudah dan tidak berbelit-belit, begitu juga dengan semua Puskesmas yang ada di Kota Sukabumi tidak ada alas an untuk menolak Jampersal. Tegasnya.
"Makanya kita harapkan agar Dinkes lebih maksimal lagi dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terutama masalah persyaratan-persyaratan dan mengumumkan  bidan-bidan yang ditunjuk ataupun sudah melakukan MoU dengan Dinkes,kan dengan adanya Jampersal juga angka kematian ibu dan anak bisa di tekan " Harap Yayan.
Sementara itu kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Neny, mengungkapkan, kalu pihakny terus melakukan sosialisasi tentang program Dinkes termasuk didalamnya program Jampersal. Rita juga membantah kalau pihaknya kurang melakukan sosialisasi ataupun kurang baiknya pelayanan terhadap masayarakat terkait Jampersal. Semua kalangan baik Dinkes, Rumah Sakit, Puskesmas dan Bidan yang sudah melakukan MoU dengan Dinkes sudah menjalankannya secara maksimal. Jells Rita.” Ada 23 Bidan di Kota Sukabumi yang MoU dengan Dinkes untuk melayani Jampersal ketika msayarakat akan melahirkan. Dan untuk Puskesmas semua Puskesmas melayani Jampersal. Di Kota Sukabumi ada 15 Puskesmas dan semuanya siap melayani Jampersal.” Ujarnya.
Menurutnya, Progrm Jmpersal tidak ada masalah, karena Program Jampersal tersebut bertujuan untuk untuk menekan angka kematian ibu dan anak saat melahirkan. Dan kalau ini bermasalah, Kota Sukabumi akan menglami lonjakan kematian ibu dan anak ketika melahirkan. “ Tahun lalu kasus kematian ibu dan anak di Kota Sukabumi tidak banyak, tercatatat hanya lima kasusmengalami kematian sat melahirkan dan untuk informasi data baru tahun ini hanya  dua kasus. Dan kita yakin bisa menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Sukabumi ini.” Ungkap Rita.       
Rita juga menjelaskan, para pasien yang akan menggunakan jampersal cukup dengan memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk bukti kelengkapan administrasi. “ Masyarakat cukup memberikan KTP saat akan menggunakan Jampersal, kemudian  Bidan  atau Puskesmas, nanti yang akan mengurusi persyaratan lainnya .” Ujar Rita.
Dan mengenai anggran, lanjut Rita, semua ditanggung oleh pemerintah pusat melalui APBN untuk Jampersal tersebut, dan masing-masing pasen dialokasikan sebesar Rp.500 ribu. Dan program ini benar-benar diperuntukan bagi masayarakat yang akan melahirkan tanpa memandang masayarakat mampu ataupun tidak mampu. (Arya)





Sabtu, 12 Mei 2012

SDN Suryakencana CBM Lolos ketingkat Nasional Lomba UKS

Sukabumi- Setelah mendulang prestasi di tingkat Provinsi Jawa barat dalam lomba UKS, kini SDN Suryakencana Cipta Bina Mandiri (CBM) kota Sukabumi, mempersiapkan segala persipan lomba UKS tingkat Nasional dalam lomba UKS yang akan di selenggarakan Juni mendatang.
Kepala Sekolah SDN Suryakencana CBM Kota Sukabumi Asep Wirya menjelaskan kepada Kopada Kora Medikom menuturkan, setelah keluar sebagai juara tingkat Jabar, sekolah yang dipimpinnya tengah mepersiapakn untuk tingkat Nasional, Adapun berbagai persipan yang dilakukannya diantaranya, melengkapai infrastruktur yang dibutuhkan. “ Ada beberap infarstuktur yang perlu dibenahi dan ditambah, namun  saat ini 99 persen sudah siap dalam penilaian lomba UKS nanti.” Katanya kemarin
Ditambahkannya, selain lomba ini memberikan motivasi untuk para murid dan guru, juga memacu untuk membiasakan beprilaku sehat, untuk itu pihkanya dan semua unsur temasuk orang tua siswa dan msayarakat dilingkungan sekolah tersebut mendukung penuh yang saat ini sedang dilaksanakan. “ Bukan hanya sekoloah, atau orang tua siswa saja, melainkan peran masayarakat juga penting dalam memajukan dan lomba UKS ini,dan saya sangat bersyukur semua unsure mendukung penuh termasuk masayarakat “ Terang Asep.
Selain itu peran Pemerintah dan dinas terkait juga sangat mendukung, dan berperan aktif, karena pemerintah sudah menjadi bagian dari kegiatan ini. “Saya berharap , dalam lomba yang akan digelar nanti, bisa menorehkan prestasi dan keluar sebagai juara Nasional.” Harapnya.
Sementara ituyang cukup dibanggakan di sekolah tersebut, yakni dengan jumlah murid keseluruhan sebanyak 874 siswa, semuanya di asuransikan, dalam artian semua siwa di sekolah tersebut mendapatkan kartu Asuransi kesehatan yang bekerjasama dengan Puskesmas Selabatu, dan untuk rujukannya ke Rumah Sakit Syamsudin . “ Setiap siswa menyumbang anggaran sebesar Rp.500 rupiah dalam satu bulan sekali, dan Alhamdulillah ini dapat respon dari semua unsur.” Terangnya.(Arya)