Selasa, 31 Juli 2012

Pedagang dan Pengrajin Tempe dan Tahu Besok Akan Melakukan Aksi Libur Berjualan

Sukabumi- Forum komunikasi dan silaturahmi pengrajin tempe dan tahu se Kota Sukabumi mengeluarkan surat edaran tentang himbauan kepada pengrajin dan pedagang tahu dan tempe yang akan melakukan aksi libur mulai besok (hari ini_red).
Himbauan tersebut diantaranya bagi pengrajin dan pedagang tahu tempe di Kota Sukabumi tetap menjag ketertiban dan keamanan lingkungan di setiap pasar dan pabrik tempe dan tahu selam aksi libur, apabila terdapat dan terlihat rekan pengrajin atau pedagang yang tidak melaksanakan aksi libur jualan, maka siapapaun agar tidak melakukan aksi yang melanggar norma hukum antara lain perampasan atau perusakan hak orang lain dan setelah melakukan aksi libur produk tempe dan tahu harganya mengalami kenaikan minimal 30%.
Ketua Forum yang juga sebagai manajer Koperasi tahu tempe indonesia (Kopti) Kota Sukabumi M.Badar kepada Neraca menuturkan, semua pengrajin tahu dan tempe  wilayah Kota Sukabumi akan melakukan aksi libur mulai tanggl (1-3/8). Takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, semua perwakilan pengrajin tahu dan tempe melakukan kesepakatan yang telah ditanda tangani yang isinya himbauan dalam rangka menjaga kemanan dan ketertiban umum atas aksi libur sementara.
Dikatakannya, aksi libur besok merupakan salah satu strategi untuk mengumumkan kepada masayarakat bahwa harga kacang kedelai mengalami kenaikanmencapai 40 persen.” Tidak semua masyarakat tahu atu mengikuti perkembangan. Serta menginginkan stabilitas harga yang terjangkau dan menentukan harga produk bisa dihitung dengan baik sehingga bisa terjangkau oleh masayarakat, kita juga menjamin tidak akan ada sweeping  ” Ujarnya.
Tingginya harga kacang kedelai tambah dia,pemerintah diharapkan secepatnya bisa menangani masalah ini. “ kami mengharapkan Bulog ikut menangani dalam urusan kedelai juga.” Tuturnya.
Di Kota Sukabumi sendiri lanjut dia, terdapat 160 orang pengrajin tahu dan tempe dengan menggunakan kacang  kedelai  sebanyak 300 ton perbulan. Dan untuk pelanggan Kopti hanya 30-40 orang perbulan dengan kebutuhan kacang kedelai 50-75 ton perbulan.”  Kita tidak bisa memaksa semua pengrajin tempe dan tahu untuk membeli semuanya ke kita “. Katanya. (Arya)

Minggu, 29 Juli 2012

Pajak Daerah Kota Sukabumi Selalu Over Target

Sukabumi- Kepala Bidang penagihan dan penyuluhan pada Dinas Pendapatan Pengelolaan  Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) kota Sukabumi Yudi kustiawan mengatakan, dari segi pajak daerah setiap tahunnya selalu mengalami over target, sebagai bahan perbandingan saja untuk tahun 2011 yang lalu saja pajak daerah yang ditargetkan sebesar Rp.13.432.086.000 ternyata realisasinya mencapaii Rp.15.260.094.713. Katanya kepada NERACA diruang kerjanya Jumat,(27/7) belaum lama ini.
Dikatakannya, Sedangkan untuk tahun  sekarang, berdasarkan data sementara sampai bulan Juli 2012, dari sektor Pajak Reklame saja sedah mencapai 75,55 persen atau Rp 400 juta lebih dari target Rp.617 juta, begitu juga dari sektor Pajak Restoran saja Kota Sukabumi sudah mencapai 64,17 persen atau Rp.2 milliar lebih dari target Rp.3,1 milliar. “ Kita akan terus berusaha agar tahun ini kita bias melebihi target.” Ujarnya.
Dikatakannya, dari pajak daerah yang ditanganinya, penyumbang pajak terbesar yaitu dari sector pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sampai saat ini tercatat menyumbang alokasi anggaran Rp.3,6 miliar lebih dari target Rp.6 Miliar “ kalau melihat semua data sementara baru sampai bulan juli 2012 sekaranag, kami optimis semua target akan terpenuhi.” Kata Yudi  
Makanya untuk kedepan, pihaknya tidak henti-henti melakukan penyuluhan terntang kesadaran wajib pajak, juga membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) di intern dengan tujuan bisa lebih memberikan pelayanan kepada masayarakat lebih bagus lagi.” Bukan berarti SDM saat ini jelek cuman ingin lebih memberikan nilai lebih.karena bagaimanpun juga bagian penagihan harus dibekali dengan SDM yang kuat.” Terangnya. (Arya)

Kamis, 26 Juli 2012

Salah Satu Pengrajin Tempe Terpaksa Harus Mengeluarkan Satu Karyawannya


Sukabumi- Tingginya harga kacang kedelai membuat pengrajin tahu tempe terpaksa harus ikut menaikan harga tempenya, Pantauan Neraca di salah satu pedagang eceran di  pasar pelita Kota Sukabumi harga Tempe bisa mencapai Rp.7000 - Rp.8000 dari harga normal Rp.6000. namun ada juga yang tetap menjual harga normal tapi ukuran diperkecil dari ukuran biasa.
Menurut Jamal (35) pengrajin tempe di daerah  kampung Cijangkar Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi menuturkan, melambungnya harga kacang kedelai sangat merugikan usahanya, sebelum ada kenaikan harga, setiap harinya bisa membuat 450 kg tempe dengan keuntungan yang memuaskan, namun setelah ada kenaikan harga kacang kedelai dirinya hanya mampu membuat 400 kg tempe  setiap harinya,  “ selain berdampak kepada kurangnya produksi tempe, saya juga terpaksa harus memecat satu orang karyawannya serta  nombok setoran untuk modal .” Imbuhnya.
Dikatakannya, dirinya tetap menjual tempe dengan harga normal cuman ukuran tempenya dikurangi 30-40 %.  “ Karena tidak mau rugi, saya harus mengurangi ketebalan dan ukuran tempe.”  Ujarnya. Selain itu tambah dia, mulai bulan depan  semua pengrajin tempe dan tahu akan melakukan libur .” Mulai tanggal 1 Agustus tahun 2012 senua pedagang atau pengrajin Tempe dan Tahu di Sukabumi tidak akan berjualan artinya  tutup,” Ujarnya.
Tingginya harga Kacang kedelai tersebut membuat salah satu Anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi Bayu Waluya, memantau kesejumlah pengrajin tempe di wilayah Kota Sukabumi, ditemui usai melihat pengrajin tempe di Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, Bayu mengatakan DPRD Kota Sukabumi melalui Komisi II akan segera menulis surat kepada pemerintah pusat terkait tingginya harga kacang kedelai, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dengan adanya kejadian ini.
Bayu juga berharap kedepan pemerintah bisa bercocok tanam  kacang kedelai  di Indonesia, sehingga dengan begitu diharapkan tidak akan terjadi adanya kenaikan harga kacanag kedelai. “ Indonesia harus bisa bercocok tanam kacang kedelai,dan saya kira mampu.” Ujarnya (Arya)

Penjualan Buah Kurma Masih Sepi


Sukabumi-  Penjualan buah kurma di Kota Sukabumi dibilang masih sepi, biasanya makanan khas Arab yang disajikan di bulan Ramadhan sudah diburu sebelum menjelang bulan puasa tiba, namun tahun ini sampai puasa hari ke 6 peminat kurma masih kurang.
Salah satu pedagang Kurmadi daerah Jalan Statsiun Timur Kota Sukabumi Sobariah (47) mengatakan bila dibandingkan tahun lalu bisni  jualan kurma sangat menjanjikan, namun untuk tahun ini masih sepi belum terlihat tanda-tandanya.
Dirinya sudah 5 tahun bejulan kurma, selama lima tahun tersebut tahun ini yang bisa dibilang masih sepi pembeli ini bisa disebabkan puasa sekarang bentrok dengan ajaran baru Sekolah, “ sepinya pembeli untuk tahun ini mungkin disebabkan berbarengan dengan ajaran baru di sekolah, hampir semua masyarakat memasukan anak untuk sekolah.” Katanya.
Diungkapkanya, Melihat kondisi seperti itu dia juga sudah mengantisipasinya dengan mengurangi penjualannya dari biasanya, “ untuk tahun tahun yang lalu saya biasa menjual 1,5 ton selama bulan ramadhan  dengan keuntungan rata-rata Rp.5 juta lebih  dan untuk tahun sekaranag saya hanya 1,2 ton. Yang penting kurma saya bisa habis itu sudah untung ” Katanya.
Tiap tahunya Dirinya berjualan berbagai jenis kurma dengan harga yang terjangkau, diantaranya jenis Tunisia Rp.35 ribu dan untuk Najwa Rp.40 ribu rupiah. Dan yang paling dicari oleh masyarakat untuk dikonsumsi jenis Najwa. “ Sebenarnya sih hampir sama semua jenis masayarakat mengkonsumsinya, namun yang paling banyak di cari ya jenis Najwa.” Katanya. (Arya)    

  
       
     
  

Rabu, 25 Juli 2012

DAK Bidang Pendidikan Tahun Ini Mencapai Rp.5,5 milliar Lebih


Sukabumi- Kasi Sarana Prasarana pada Dinas Pendidikan  Kota Sukabumi Dudi Wahyudin mengatakan, anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2012 untuk Kota Sukabumi  mencapai Rp 5.574.635.000 Milliar. Anggaran tersebut terdiri dari dana DAK sebesar Rp 5.067.850.000 dan dari Anggran Pendapatan Belanja Daerah II (APBD) sebesar Rp.506.785.000. Hal itu dikatakannya kepada sejumlah media usai  menggelar sosialisasi program DAK tahun 2012 di Aula SMK Negeri 1 Sukabumi Rabu, (25/7). Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Seluruh Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP, para UPTD dan para Komite Sekolah se Kota Sukabumi, dibuka langsung oleh Walikota Sukabumi H.Mokh.muslikh Abdussyukur serta menghadirkan narasumber diantaranya Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi E. Soeprihanto.
Dikatakannya, Anggaran DAK yang sebesar  Rp.5,5 milliar lebih tersebut diperuntukan untuk tingkat sekolah dasar (SD)  dan SMP.  Untuk Sdyang mendapatkan anggran DAK tahun anggran 2012 ini sebanyak 34 sekolah  dengan reahabilitasi ruang kelas sebanyak 66 dan untuk SMP sebanyak 18 sekolah dengan rehabilitasi ruang kelas sebanyak 36 ruang kelas, ” Untuk peningkatan mutunya, pengadaan alat peraga di tingkat SD sebanyak 75 paket dan untuk tingkat SMP sebanyak 5 paket,” Ujarnya.
Dijelaskan Dudi, dasar pelaksanaan program DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2012, yaitu permendikbud nomor 56 dan nomor 57 tahun 2011 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2012 untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan keputusan Walikota nomor 142 tahun 2012 tentang penetapan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama penerima program DAK bidang pendidikian tahun anggaran 2012.
Sementara mekanisme dan pelaksanaan program DAK yaitu sekolah melaksanakan program peningkatan prasarana pendidikan dengan metode swakelola dengan melibatkan partisipasi masayarakat sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah serta Dinas Pendidikan melaksanakan program penigkatan mutu pendidikan dengan mekanisme pengadaaan barang/jasa sesuai Perpres no 54 tahun 2010. Ungkapnya.
Sementara itu Kejari Kota Sukabumi E.Soeprihanto ketika ditanya sejauh mana tingkat kerawanannya, Dirinya mengatakan secara singkat, DAK ini dibuat rawan atau tidak itu relatif menurutnya kalau dikerjakan sesuai dengan juklak dan juknis itu tidak rawan, “ kan rawanya dari segi pemikiran yang macem-macem atau segi mentalnya yang lemah, misalkan prosedurnya yang dikerjakan pont A,B,C dan D tapi diselesaikan hanya poin A dan B, dan tentunya itu menjadi rawan. Dan kalau terjadi penyimpangan dan merugikan uang negara itu yang menajdi ranah kita,” Katanya. (Arya)

Selasa, 24 Juli 2012

Pemkot Sukabumi Gelar Bazar Murah


Sukabumi- Pemerintah Kota (Pemkot)  Sukabumi melalui Dinas Koperasi perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi menggelar bazar murah di Keluarahan Baros Kecamatan Baros Kota Sukabumi, Selasa,(24/07) kemarin.  
Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap tahunnya dibuka langsung oleh Walikota Sukabumi H.Mokh.Muslikh Abdussyukur ditandai dengan pemberian paket sembako kepada 10 lansia warga sekitar. Turut hadir Ketua DPRD Kota Sukabumi Aep Saepurahman serta para undangan lainnya.
Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi Dudi Fathul jawad menjelaskan, kegiatan bazar murah dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1433,dengan membuka 30 stand termasuk stand sembako murah. “ khusus untuk stand sembako, masayarakat kita beri kupon,dimana kupon  tersebut dikhusukan untuk warga asli daerah bazar digelar, seperti saat ini kita gelar di Kecamatan Baros berarti warga baros yang diutamakan.” Katanya.  
Dikatakan Dudi, kegiatan bazar murah tersebut dilaksanakan di 7 Kecamatan se Kota Sukabumi, untuk awal dilaksankaan di Kecamatan Baros. Dan nantinya berakhir di Kemcatan Warudoyong.” Setiap kecamatan,  bazar digelar selama dua hari,dan yang terlibat bukan hanya ibu-ibu PKK saja melainkan para pengusahanya, juga UMKM nya, karean setiap stand harus menjual dibawah harga biasanya ”Tterangnya.
Ketika didinggung mengenai antisapi terhadap makanan yang sudah kadaluarsa, Dudi menjelaskan, pihaknya terus mengawasi kesejumlah supermarket atau warung-warung untuk mengecek dan memantau prouduk  atau makanan yang sudah kadaluarsa.” Kita sebar beberapa oaranag untuk melakukan pemantauan secara diam-diam, sampai detik ini di Kota Sukabumi belum ditemukan makanan yang kadaluarasa.” Ujarnya.(Arya)    


PDAM TBW Kota Sukabumi Lakukan Penandatanganan MoU Dengan PT POS


Sukabumi- Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bumi Wibawa (PDAM TBW) Kota Sukabumi melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) dengan pihak PT. POSSukabumi dari segi pembayaran. MoU dilakukan di ruang utama Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi disaksikan oleh Walikota Sukabumi H.Mok.Muslikh Abdussyukur Selasa, (24/07) kemarin.
Walikota Sukabumi   H.Mokh.Muslikh Abdussyukur  secara singkat mengatakan kepada sejumlah media peliput, apa yang dilakukan oleh PDAM dengan PT Pos tujuannya sama yakni memberikan kemudahan dan pelayanan kepada masyarakat. “ Intinya memberikaan kemudahan kepada pelanggan PDAM untuk membayar, sehingga bisa dilakukan dimana saja bukan dikantor PDAM saja melainkan di Kantor POS Sukabumi.” Ujarnya.
Muslikh juga berharap, mudah-mudahan dengan adanya bentuk kerjasama ini  sangat bermanfaat bagi semua pihak, tentunya bagi pelanggan lebih dimanjakan sehingga masayarakat bisa lebih efektif. “ yang tadinya antri , menjadi tidak antri karena PDAM sudah membuka loket di kantor POS.” Katanya.
Direktur PDAM TBW Kota Sukabumi H.Helmi Soetikno mengatakan, yang jelas dengan adanya loket di kantor POS pelanggan bisa tepat waktu dan tidak ada tunggakan. “ Kita juga dikantor masih buka loket pembayaran . Dan kedepan kita akan terus mensosialisasikan tentang adanya loket rekening air PDAM di Kantor POS,” Katanya.
Ketika disinggung berapa tunggakan dipelanggan, Helmi menjelaskan, tunggakan dari pelanggan masih sekitar Rp. 11 milliar. Dan dari ribuan pelanggan pihaknya sudah melakukan pencabutan meteran air yang bermasalah. ” Dari 5 ribu pelanggan yang nunggak , sekitar 1700 meteran airnya yang sudah dicabut,” Ujarnya.
Sementara itu Kepala area jasa keuangan  PT POS Jabar Khaerul Syafiudin menjelaskan, Kota Sukabumi merupakan kota ke 8 yang kerjasama dengan PT POS dalam masalah rekening pembayaran. Nantinya pihaknya akan menyiapakan semua loket yang ada, artinya kalau di Sukabumi transaksi pembayaramn bisa dilakukan juga dikantor cabang.” Ini kan sistemnya online, penyetor bisa dilakukan diseluruh Indonesia, misalkan pelanggan sedang ada keperluan di luar kota Sukabumi, dan pelanggan bisa melakukan pembayaran air di kota yangs edang disinggahi.” Katanya.  (Arya)