Sabtu, 01 Desember 2012

Reaalisasi Penerimaan Pendapatan Daerah Kota Sukabumi Setiap Tahunnya Selalu Memenuhi Target


Sukabumi-  Kepala Bidang penagihan dan penyuluhan pada Dinas Pendapatan Pengelolaan  Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Sukabumi Yudi Yustiawan mengatakan,  reaalisasi penerimaan pendapatan daerah setiap tahunnya selalu over target. Ini terlihat berdasarkan data yang sudah dievaluasi Gubernur no.903/1300/2012 per tanggal 18 Oktober 2012 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi dari sektor pajak hingga 28 November 2012, telah melampui target sekitar 103,51 Persen dari target Rp. 15.078.304.800.

Sementara uraian pendapatan berdasarkan data yang dimilikinya, relisasi pajak hotel mencapai Rp. 699.275.921 (95,98 %) dari target Rp. 728.528.000. Realisasi Pajak restoran Rp. 3.230.236.563 (99,37%) dari target Rp. 3.250.856.000. Pajak Hiburan Rp. 546.664.637 (80,77%) dari target Rp. 676.821.000. Pajak Reklame Rp. 697.755.830 (103,63%) dari target Rp. 673.299.800. Pajak Penerangan Jalan Rp. 3.666.997.905 (104,47%) dari target Rp. 3.510.000.000. Sedangkan Pajak Parikir Rp. 146.735.700 (98,61%) dari target Rp. 148.800.000. “ masih ada waktu sebulan lagi dan kami optimis akhir tahun nanti semuanya target bisa tercapai atau bisa over target.” Ujar Yudi Kepada NERACA di ruang kerjanya, Jumat,(30/11) .Kemarin.
Ketika ditanya kendala apa saja yang dihadapi oleh pihaknya dalam segi penagihan dilapangan, Yudi menuturkan, dari segi penagihan pihaknya masih menemukan masyarakat yang masih kurang kesadaran terhadap wajib pajak. Namun baginya tidak menjadi kendala yang signifikan yang penting target kita terpenuhi. Selain itu jumlah personil penarik pajak yang masih dianggap kurang. Dan itu yang menjadi prioritas kedepannya untuk menambah jumlah personil tahun depan.
“Saat ini petugas penarik pajak berjumlah 13 orang termasuk dengan structural. Dengan jumlah personil tersebut,  kalau dilihat dari  orang yang wajib Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kota Sukabumi yang berjumlah 80.ribu, idealnya petugas penarik pajak  sekitar 20 orang. Meskipun dengan personil yang berjumlah 13 sekarang ini target kita setiap tahunnya terpenuhi.” Jelasnya.
Selain mengoptimalkan penagihan kepada warga yang wajib pajak, pihaknya juga akan lebih intensif lagi dalam penagihan retribusi yang terdapat di sejumlah 17 unit penghasil di Kota Sukabumi, terdiri dari Dinas/Instansi, BUMD dan lembaga lainnya

Makanya untuk kedepan, pihaknya tidak henti-henti melakukan penyuluhan terntang kesadaran wajib pajak, juga membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) di intern dengan tujuan bisa lebih memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih bagus lagi.” Bukan berarti SDM saat ini jelek cuman ingin lebih memberikan nilai lebih.karena bagaimanpun juga bagian penagihan harus dibekali dengan SDM yang kuat.” Terangnya.  (Arya)





Rabu, 28 November 2012

Walikota Sukabumi Raih Pernghargaan Bapak ICT


Sukabumi- Walikota Sukabumi H. Mokh. Muslikh Abdussyukur meraih piagam penghargaan sebagai Bapak (Information Comunication Technology) ICT Kota Sukabumi dari B One Corporation, penghargaan yang diberikan tersebut  atas dedikasi dan komitmen terhadap pengembangan ICT di berbagai bidang.

Penghargaan yang diberikan langsung CEO B One Copr Idham Fitriyadi tersebut, diterima langsung oleh Wakil Walikota Sukabumi H. Mulyono yang mewakili Walikota Sukabumi dalam seminar sertifikasi internasional menyongsong globalisasi yang dilaksanakan Yayasan Pendidikan PASIM Sukabumi bekerjasama dengan Axioo dan B One di Gedung Wanita, Rabu (28/11). Acar tersebut juga dihadiri oleh ratusan pelajar se Kota Sukabumi.
Wakil Walikota Sukabumi H. Mulyono mengatakan, bahwa untuk bekerja diluar negeri bukan hanya mampu pasih dalam bahasa Inggris atau lainnya, namun juga dituntut untuk menguasai Informasi Teknologi (IT).
Diungkapkannya, dengan adanya sertfikasi internasional IT tersebut sebagai upaya untuk memudahkan lulusan pelajar SMK di Kota Sukabumi untuk bekerja di luar negeri khususnya yang bergerak di bidang IT.
Sementara itu Pimpinan PASIM Sukabumi Fajar Laksana menjelaskanan, dengan adanya sertifikasi internasional IT secara tidak langsung memberikan peluang kepada lulusan siswa SMK di Kota Sukabumi untuk bekerja di perusahaan-perusahaan luar negeri.
Untuk itu lanjut Fajar,  satu bulan kedepan pihaknya akan menggelar pelatihan sekaligus melakukan test IT bagi para siswa SMK di Kota Sukabumi. “ bagi mereka yang mendapatkan nilai terbaik tentunya akan mendaptakansertifikasi IT yang dikeluarkan langsung oleh Microsoft. (Arya)

Ada Sekitar Rp. 1 Milliar Untuk KUR Di BNI Syariah Cabang Sukabumi


Sukabumi -  Meskipun baru berdiri 4 bulan BNI Syariah Cabang Sukabumi Sukabumi terus melakukan terobosan – terobosan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“ kami juga rencana akan membuka cabang baru diwilayah Pelabuhanratu dan Cibadak Sukabumi di tahun 2013, tujuannya untuk melebarkan sayap untuk meraih nasabah di wilayah Sukabumi.”. Hal tersebut dikatakan oleh Pimipinan Bank BNI Syariah Cabang Sukabumi Amiruddin Umar kepada NERACA usai menghadiri kegiatan di Gedung Wanita Kota Sukabumi Rabu,(28/11) kemarin.

Selain itu, lanjut Dia,  pihaknya juga sedang menjalankan program wajib yang dijalankan yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan dana KUR untuk tahun 2012 ini mencapai Rp.1 milliar.
 “ Khusus untuk KUR kami akan menggandeng pihak BMT dan BPR Syariah yang ada Sukabumi. Dan ditahun 2013 dana KUR diperkirakan akan bertambah.Namun di tahun sekarang kami sedang fokus terhadap pengembangan dan meraih pangsa pasar yang banyak.” Tutur Amiruddin. (Arya)



















BSI Gelar Bursa Kerja Dan Career and Entrepreuneurship Fair BSI (CEF).


Sukabumi- Sebanyak  552 peserta mengikuti kegiatan Career and Entrepreuneurship Fair BSI (CEF). Kegiatan tersebut juga disisi dengan  bursa kerja dengan melibatkan 32 perusahaan yang bergerak di bidang diantaranya, perbankan, asuransi dan ritel. Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi Rabu, ( 28/11) kemarin diikuti oleh alumni BSI dan umum.
Kepala BSI Career Centre Pusat, Heri Kuswara kepada NERACA menjelaskan,

Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya, dengan tujuan meningkatkan dan mengembangkan kerja sama antara BSI dengan Perusahaan, sekaligus meningkatkan penyaluran para alumni BSI ke berbagai perusahaan. " Dalam acara ini ditargetkan 30 persen bisa terserap oleh 32 perusahaan yang hadir disini." Terangnya.

Ketika ditanya berapa persen alumni BSI yang terserap oleh tenaga kerja serta merabh dunia usaha Heri menjelaskan, 25 persen mahasiswa dan alumni Bina Sarana Informatika, ternyata sudah merambah dunia wirausaha dengan berbagai jenis usaha.
“ jika dibandingkan dengan tahun lalu, Jumlah mahasiswa yang membuka wirausaha tahun ini meningkat 150 persen”  Ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga pihak BSI, menghadirkan 19 wirausaha muda yang berasal dari mahasiswa dan alumni BSI untuk memberikan motivator atau masukan bagi para peserta tentang kiat-kiat menjadi wirausaha muda.
Menurutnya, dengan terus meningkatnya jumlah mahasiswa dan alumni BSI yang membuka wirausaha menandakan bahwa insting bisnis mahasiswa BSI sudah mulai jalan. Rata-rata mereka yang membuka wirausaha bergeral di bidang, kuliner makanan ringan, clothing dan lainnya.
Ditambahkannya, pihak BSI memberikan peluang bagi mahasiswa untuk membuka wirausaha namun belum memiliki modal, dengan cara mengirimkan proposal konsep wirausaha apa yang ingin dibuka ke pihak BSI dan nantinya akan diusahakan untuk mendapatkan modal awal melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.” Kami siap menjadi penjamin ke pihak perbankan, namun tentunya ada analisa dahulu kelayakan untuk mendapatkan bantuan modal usaha tersebut” Terangnya, (Arya)

Kamis, 22 November 2012

Dahlan Iskan : Dari Target 3,8 Juta Ton Beras, Pertengahan November Tahun Ini Bulog Sudah Mengumpulkan 3,5 Juta Ton


Sukabumi- Hingga pertengahan Bulan November tahun 2012, Badan Usaha logistic (Bulog) telah berhasil mengumpulkan sebanyak 3,5 juta ton dari target sebanyak 3,8 juta ton beras. Jika target itu bisa tercapai akhir tahun nanti , bangsa Indonesia tidak akan mengimpor beras.” Jika itu nantinya tercapai, baru pertamakali Indonesia sejak kurang lebih 20 tahun tidak impor beras”. Hal itu dikatakan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, H. Dahlan Iskan pada ac ara tanam perdana program Gerakan Peningkatan Produksi pangan berbasis Korporasi (GP3K) Pupuk Kujang untuk musim tanam 2012-2013 di Kampung Bantar Karet Desa Cijaluangan,Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/11) kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT. Pupuk Kujang  Bambang TjahjonoSekda Kabupaten Sukabumi Ajo Suharjono dan undangan lainnya.
Dikatakan Dahlan, untuk mewujudkan dan mendukung program nasional tersebut tidak bisa dilserahkan hanya kepada petani. Harus dilakukan  upaya perbaikan sistem pengelolaanya, cara menanam, memupuk dan benih yang baik. Selain itu,juga melibatkan BUMN, terutama yang berkaitan langsung dengan pertanian.
Dahlan menambahkan, sebagai daerah yang memiliki lahan persawahan cukup luas, Kabupaten Sukabumi berpotensi besar untuk mendukung program tersebut. “Saya sudah berkeliling beberapa kali di  Sukabumi,potensi untuk menghasilkan beras itu cukup besar. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,”ujarnya

Dalam acara musim panen perdana tersebut, Dahlan Iskan  juga ikut menanam padi dengan sisitem jajar legowo 2-2 dengan sejumlah petani. “ Dengan cara legowo tersebut bisa meningkatkan hasil panen padi 30 % dengan luas yang sama dan itu sangat bagus sekali. Untuk itu saya meminta petani untuk lebih giat lagi.” Terangnya.
Sementara itu Direktur Utama PT. Pupuk Kujang Bambang Tjahjono dalam siaran persnya mengatakan,bahwa luas lahan yang menjadi tanggungjawab Pupuk Kujang sebesar 140 ribu ha yang akan dilaksanakan sebanyak 2 musim.masing-masing 70 ribu ha. Khusus untuk daerah Sukabumi, program GP3K PT Pupuk Kujang direncanakan mencakup lahan seluas 5,700 ha.
 “ Daerah pelaksanaan GP3K Pupuk Kujang tersebar di 18 Kabupaten dan Kota di jawabarat yang berada didearah sentra pertanian strategis, berpengairan teknis, semiteknis, sederhana dan irigasi serta lahan yang tidak sedang digunakan dalam sejenis.” Terangnya.
Dalam kesempatan tersebut juga PT.Pupuk Kujang menyerahkan bantuan kepada para petani seperti pupuk NPK Kujang, benih padi unggul dan berbagai sarana produksi padi (Saprodi.). (Arya)           

Sabtu, 17 November 2012

Pembayaran Klaim Asuransi Kecelakaan Tahun 2012 Menurun


Sukabumi- Penanggung jawab pelayanan klaim PT Jasa Raharja Sukabumi Toif Riyanto mengatakan, Pembayaran klaim asuransi kecelakaan ditahun sekarang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang yang sudah dievaluasi untuk periode bulan Januari – Oktober tahun 2012 total klaim yang dibayarkan mencapai Rp. 11.938. miliiar . sedangkan periode Bulan Januari-Oktober  tahun 2011 mencapai Rp. 12,130 milliar.” Penurunan angka tersebut bisa di sebabkan semakin tingginya kesadaran masyarakat pengguna kendaraan roda dua dan empat dalam berlalulintas “.Ujar Toif kepada Neraca Rabu,(14/11) yang lalu.
Toif menjelaskan, sebagai perinciannya di tahun 2012. Antara lain, santunan meninggal dunia Rp. 9.387.500.000, Luka Berat Rp. 2.243.425.403, Luka Ringan Rp. 124.586.543, Cacat Tetap Rp. 167.125.000 dan Penguburan Rp. 16 juta.  Sedangkan data di tahun 2011 pada periode yang sama mencapai angka Rp. 12.130.429.210. Antara lain santunan meninggal dunia Rp. 9.675.000.000, Luka Berat Rp. 2.295.131.014, Luka Ringan Rp. 58.610.696, Cacat Tetap Rp. 91.687.500 dan Penguburan Rp. 10 juta.
Toif menambahkan, dari total santunan yang sudah dibayarka hingga bulan Oktober 2012, 70 % kecelakaan didominasi akibat kendaraan bermotor roda dua dengan korbannya berusia antara 15-35 tahun.
Toif juga menghimbau, bagi masyarakat yang ingin mengurus santunan kecelakaan di PT Jasa Raharja agar melengkapi seluruh persyaratan seperti laporan kepolisian, identitas dan lainnya. Dan santunan santunan kecelakaan yang diberikan oleh kantornya meliputi wilayah kota dan kabupaten Sukabumi serta Cianjur.
Diakui oleh Toif, saat ini pengetahuan masyarakat terhadap klaim kecelakaan yang dibayarkan oleh PT Jasa Raharja masih kurang, namun pihaknya akan terus melakukan sosialisasi seputar tugas dan fungsi Jasa Raharja.” Dengan membawahi 84 kecamatan kami akan terus melakukan sosialisasi kepada masayarakat dengan melibatkan berbagai unsur termasuk tingkat kelurahan,.” Terangnya. (Arya)

BSM Sukabumi Sudah kucurkan KUR Rp. 200 Miliar Kepada 2000 UMKM


Sukabumi- Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Sukabumi sampai saat ini sudah mengucurkan anggaran lebih dari Rp.200 milliar untuk program Kredit Usah Rakyat (KUR) kepada 2000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Sukabumi. Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Cabang BSM Sukabumi Dedy Suryadi kepada NERACA  usai membuka kegiatan pelatihan program penguatan manajemen Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) PNPM Mandiri Kota Sukabumi di Hotel Taman Sari, Rabu (14/11).
Dikatakan Dedy, dari jumlah pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan modal usaha dari program KUR di BSM, sekitar 95 % pengembaliannya sangat bagus. Dan sisanya kemungkinan kendalanya dalam komunikasi pembinaan atau iklim bisnis. “ saya yakin tahap demi tahap bisa 100 % dalam pengembaliannya, karena para pengusaha kecil yang mendapatkan dana masih punya titik kejujuran dan takut berhutang” Ujarnya.
Berkaitan dengan kegaiatan tersebut, BSM Sukabumi menyerahkan bantuan kredit peningkatan ekonomi sebesar Rp. 100 juta bagi 10 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang beranggotakan 50 orang di bawah binaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kota Sukabumi.Bantuan diberikan langsung oleh Dedy kepada Ketua Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kota Sukabumi, Yunus Suhandi .Bantuan tersebut sifatnya bergulir dan hanya sebagai pendamping dari program serupa yang dilakukan oleh pemerintah yaitu KUR.
Sementara itu Ketua Forum BKM Kota Sukabumi, Yunus Suhandi mengaku sangat berterimakasih dengan bantuan peningkatan ekonomi bagi KSM dari Bank Syariah Mandiri. Bahkan dengan adanya bantuan tersebut bisa dijadikan contoh oleh pihak lain.
Dikatakannya, anggaran tersebut akan diberikan kepada 10 kelurahan di Kota Sukabumi dengan satu kelompok terdiri dari 5 orang dan mendapatkan bantuan masing-masing 2 juta. “ 10 kelurahan tersebut kami nilai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) nya baik.” Ujarnya.   
Dikatakannya, mengenai proses pengembalian ke pihak BSM Sukabumi, dimana pengembalian dana dari masyarakat ke KSM, kemudian dari KSM ke Unit pengelola Keuangan (UPK) yang kemudian disetorkan ke BSM Sukabumi.Ujar Yunus. (Arya)