Selasa, 15 Januari 2013

LPE Dan Perdagangan Kota Sukabumi Disorot


Sukabumi-  Jika kita cermati dan kritisi kinerja pemerintah dan pembangunan Kota sukabumi dalam rentang waktu Tahun 2008 sampai Tahun 2012, ada dua sisi yang paradoksal. Yaitu, dari sisi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota sukabumi. Pada Tahun 2012 LPE Kota Sukabumi mencapai 6,31 % atau mengalami peningkatan sebesar 0,20 % dibandingkan dengan tahun 2008 yaitu  sebesar 6,11 %.Angka LPE itu tentunya menjadi kebanggan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi karena hampir menembus LPE Nasional sebesar 6,5 %. " Namun sayang, angka LPE ini ternyata belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan Pemerintah yaitu 6,96 %." Ujar Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahter (PKS) Yayan Suryana saat membacakan pemandangan umum Frkasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban akhir masa jabatan Walikotadan Wakil Walikota sukabumi sukabumi periode Tahun 2008- 2013 Di Ruang Paripurna DPRD Kota Sukabumi selasa,(15/01) Kemarin.
Selain itu, lanjut Yayan, secara sektoral pertumbuhan itu masih perlu dipertanyakan, bila diamati untuk setiap sektor, kontributor utama yang mendukung  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Sukabumi adalah pada sektor tersier. Terutama pada sektor perdagangan, hotel dan restoran hingga mencapai 46,83 %. Kontributor ke dua yaitu sektor Pengangkutan dan kominukasi sebesar 15,58 % dan terakhir sektor keuangan, jasa perusahaan dan persewaan hanya memberikan sebesar 8,02 %. " sedangkan jasa-jasa mencapai 13,91 %. Padahal Kota sukabumi punya cita-cita menjadi Kota jasa." Trangnya.
Dikatakannya,Terkait dengan tolak ukur kinerja Pembangunan Pemerintah yang tertuang dalam indikator kinerja untama Rencana Pemabngunan Jangka menengah Daerah (RPJMD) Kota Sukabumi 2008-2013. Fraksi PKS juga menyoroti salah satunya keberadan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi. Karena Keberadaan UKM dan Koperasi itu akan berefek domino kepada sektor perdagangan. " disini sejauh mana kepedulian Pemkot Sukabumi terhadap pelaku UMKM dan Koperasi yang ada di Kota Sukabumi, termasuk kebijakan Pemerintah dalam mengatur pertumbuhan minimarket yang berada dilingkungan masyarakat." Ujarnya.
Sementara itu, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dicakan oleh Eeng I Ruswandi menyoroti masalah Perdagangan. Pasalnya Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan perdagangan memiliki posisi strategis dilihat secara demografis dan geografis. Namun sejak tahun 2008 sampai saat ini pusat perdagangan tetap dalam satu titik keramaian yaitu pasar. Dan pasar tersebut belum tertata rapi antara pasar modern dengan pasar tradisional. " Pemkot Sukabumi harus melakukan penataan pasar modern dengan pasar tradisional berkaitan dengan sarana dan prasarana pasar yang sehat,bersih, indah dan nyaman." Ujar Eeng. (Arya)          





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar