Minggu, 21 Oktober 2012

Ponpres Al-fath Juara I Pemangku Ketahanan Pangan Tingkat Jabar


Sukabumi – Pondok pesantren (ponpres) Al-fath Kota Sukabumi keluar sebagai juara pemangku ketahanan pangan tingkat Jawa Barat (Jabar). Popres Al-fath yang dipimpin oleh Fajar Laksana tersebut juga secara langsung akan mewakili Jabar untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional nanti.
Penghargaan tersebut diberikan langsung diberikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung sate pada Jum’at lalu. “ Awalnya pemkot menunjuk ponpres ini untuk ikut perlombaan pemangku ketahan pangan, saya tidak menyangka tiba-tiba ada tim dari jabar datang langsung menilai, akhirnya keluar sebagai juara.” Ujar Fajar kepada NERACA kemarin.
Dijelaskan Fajar, ada beberapa program yang disampaikan saat tim penilai dari Jabar datang ke pesantren Al-Fath yang memang menjadi pusat pengembangan konsep ketahanan pangan selama ini. Diantaranya a program kemandirian pangan dan program pertanian terpadu dan pendidikan. Konsep ini kata dia, merupakan kunci ketahanan pangan. Pasalnya, dengan mengelola pertanian secara terpadu maka tak akan ada istilah petani kesulitan beras padahal dia menanam padi.
 “ Saat ini yang terjadi adalah ego sektoral. Jadi setiap bidang pertanian tidak saling melengkapi dan inilah yang menjadi kelemahan. Kita ambil contoh saat petani membutuhkan pupuk seharusnya tak perlu membeli bahan kimia. Tapi bisa menggunakan pupuk kompos dari kotoran hewan. Tapi selama ini, antara peternak hewan dan petani tidak ada saling hubungan.” Ujarnya.
Ada yang lebih menarik, program yang saat ini sedang dilaksanakan di Al-fath sendiri yaitu singkong dijadikan nasi, dan itu sudah diskonsumisi oleh para santri dan mahsiswa.” Kita lakukan dalam satu minggu tiga kali. Dan semua yang saya lakukan tersebut bukan untuk mengejar prestasi tapi mencoba menerapkan konsep pertanian yang memang seharusnya,”Kata Fajar.
Sementar itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi, Ate Rahmat mengatakan sebelum ada perlombaan tingkat jabar, ada seleksi terlebih dahulu tingkat kota, kemudian yang juara tingkat Kota,  diajukan ke tingkat Jabar.
Ditambahkan Ate,Penilaian sendiri tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Jadi tak ada persiapan apapun dan penilai melakukan tugasnya sesuai dengan keseharian yang dilakukan. “ tim penilai melihat langsung keseharian yang memang menerapkan konsep ini.” Katanya.
Berdasarkan proses seleksi, lanjut Ate, Kota Sukabumi mengikutsertakan beberapa orang atau kelompok yang memnuhi kriteria. “ Alhamdulillah, Kota Sukabumi mendapat penghragaan tingkat jabar yang dimsapaikan oleh gubernur jabar bertetapatan dengan acara puncak peringatan hari pangan sedunia tingkat jabar 12 oktober lalu.” Pungkas Ate. (Arya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar