Rabu, 28 Maret 2012

Ketua Kadin Jabar agus S.Sutisno : Kenaikan BBM berdampak juga ke sektor pertanian

Sukabumi- Pemerintah harus memberikan bantuan kredit kecil terhadap sektor pertanian, perikanan, peternakan dan sektor lainnya, bila rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan, selain itu Pemerintah juga harus membuat kebijakan yang lebih bijaksana, untuk para pelaku usaha kecil dan masayarakat yang benar-benar mersakan dampak dari kenaikan BBM tersebut.” Karena kenaikan BBM tersebut merupakan masalah dilematis,”  Hal itu dikatakan oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Agung S. Sutisno usai melakukan kunjungan kerja terpadu pengurus Kadis Jabar di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, Selasa,( 27/3) kemarin.
Dari sektor Kontruksi lanjut Agung, Dampak rencana kenaikan BBM sudah dirasakan dengan meningkatnya biaya produksi dan distribusi yang mencapai 28 persen. Bukan itu saja pihaknya juga mengingatkan pemerintah agar Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat kecil benar-benar tepat sasaran begitu juga pemerintah harus bisa mengucurkan kredit usaha kecil dengan bunganya di bawah 10 peren atau sekecil-kecilnya.” Saat ini bungapinjaman di  Bank sebesar 12 persen.”  Jelasnya.
Ketika ditanya berapa jumlah UKM dan koperasi di Jawa Barat, saat ini mulai dari PKL samapi dengan UKM lainnya sekitar 7 juta dan dari jumlah tersebut janagn samapi terjadi gukung tikar yang disebabkan rencana kenaikan BBM tersebut. “ Alhamdulillah sampai saat ini pelau usaha kecil ataupun menengah belum ada yang gulung tikar dan berharap jangan sampai terjadi.” Jelasnya.  
i.
“Saat ini jumlah UMKM dan Koperasi di Jawa Barat sekitar 7 juta dan kita berharap tidak ada yang gulung tikar.  Untuk itu pemerintah hars bias mengucurkan kredit usaha kecil yang bunganya dibawah 10 persen,” Ungkapnya.(Arya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar