Sabtu, 08 Desember 2012

Akibat Perluasan Pembangunan Di Kota Sukabumi Berdampak Kurangnya Lahan Pertanian


Sukabumi-  Dengan berkurangnya lahan pertanian di Kota Sukabumi yang disebabkan oleh perluasan bangunan dan perkotaan, membuat para petani yang ada di Kota Sukabumi terpojokan yang ujungnya bisa berkurangnya perekonomian mereka. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DP HKTI) Kota Sukabumi Drs.H. Muh. Kusoy usai mengelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DP HKTI Kota Sukabumi di Aula Pusat Kajian Islam (Pukis) Kota Sukabumi kepada NERACA beberapa hari yang lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut puluhan petani se Kota Sukabumi dan menghadirkan Narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahan pangan Kota Sukabumi serta dari unsure akademisi Fajar Laksana.
Dikatakannya, Lahan pertanian di Kota Sukabumi semakin sempit karena perkembangan dan perluasan bangunan dan perkotaan. Visi Kota Sukabumi sebagai pusat pusat pelayanan jasa perdagangan, kesehatan dan pendidikan memacu petani di Kota Sukabumi semakin terpojokan. Untuk itu kata dia dengan lahan yang berkurang, petani harus berperan aktif dalam merubah pola fikir, perilaku dan penyesuaian program dengan kondisi yang ada demi kesejahteraan petani.” Meskipun lahan pertanian di Kota Sukabumi berkurang, namun para petani harus bisa memanfaatkan lahan yang sempit tersebut”.Ujarnya.
Berkaitan dengan rakerda tahun ini, pihaknya akan mengembangkan wilayah pertanian di Kecamatan Baros, Cobeureum dan Lembursitu (Bacile) menjadi pusat pembibitan padi unggulan (persawahan) dan holtikultura. Begitu juga di Kecamaan Cikole, Citamiang, Gunungpuyuh dan Warudoyong (Ciciguwa)  untuk dijadiklan pusat pengembangan perikanan dan peternakan.” Selain itu kami juga ingin mengembangkan visi Kota Sukabumi yang berbasis petani di Seluruh Kecamatan yang ada di Kota Sukabumi.” Terangnya.
Sementara itu Fajar Laksana mengatakan, saat ini yang harus di rubah oleh petani di Kota Sukabumi merubah pola pikir mereka,bagaimana dengan kondisi lahan pertanian yang sudah mengecil ini bisa dimanfaatkan oleh para petani. “ petani harus bisa merubah mensetnya agar lahan sesempit apapun bisa dijadikan lahan pertanian yang ujung-ujungnya bisa menciptakan kesejahteraan petani juga. ” Ujar Fajar. (Arya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar